Rabu 31 Jan 2024 10:15 WIB

Demi Jurgen Klopp, Musim Ini Mesti Jadi Milik Liverpool

Klopp menyatakan akan berhenti menjadi pelatih Liverpool pada akhir musim ini.

Pelatih Liverpool Jurgen Klopp
Foto:

Merevolusi Inggris

Guardiola memahami keputusan Klopp karena dia juga pernah melakukannya saat mendadak mundur dari sepak bola ketika tengah berada di puncak prestasi bersama Barcelona.

Respek Guardiola kepada Klopp adalah total, mungkin karena sama-sama menganut filosofi sepak bola menyerang yang tak peduli siapa lawan dan dalam kondisi tim entah sedang unggul atau tertinggal. Juga karena revolusi dan kebaruan yang dibawa Klopp.

Seperti Sir Alex Ferguson yang kadang-kadang dibanding-bandingkan dengannya, Klopp memang berhasil membangun kembali tim yang sesuai citranya.

Skuad sama yang dia bangun sekarang tengah memuncaki klasemen setelah satu musim lalu finis peringkat kelima, gara-gara gelombang cedera yang menimpa pemain-pemainnya.

Cara dia membangun Liverpool adalah juga caranya merangsang kualitas permainan Liga Inggris. Dan hal ini diakui sejawat-sejawatnya di klub-klub lain, termasuk Manajer Tottenham Hotspur Ange Postecoglou.

Postecoglou menilai Klopp telah merevolusi sepak bola Inggris dengan cara membawa intensitas Liga Primer ke level baru.

"Dia adalah manajer yang menurut saya pantas disebut orang yang memberi dampak kepada kompetisi, bukan hanya kepada klubnya," kata Postecoglou seperti dikutip ESPN.

Klopp, menurut Postecoglou, membuat Liverpool merangsang tim-tim lain tampil bagus. Gaya bermain yang dia suntikan di Liverpool pun ditiru oleh tim-tim lain.

Pelatih asal Jerman berusia 56 tahun itu juga memiliki etika dan prinsip moral yang tinggi. Dia bukan pemuja uang, pun bukan orang yang ingin timnya asal menang.

Dia bersumpah tak akan pernah melatih tim lain dalam liga yang sama, seperti dilakukan Guardiola, dan atlet-atlet hebat sepakbola seperti Lionel Messi, yang tak pernah tertarik membela tim yang menjadi lawan klub yang pernah dibelanya di liga yang sama.

Untuk inovasi, revolusi, pencerahan, etika, loyalitas, dan dedikasi yang dia berikan, Liverpool harus mendapatkan segalanya musim ini.

The Reds mesti menjuarai Liga Primer, Piala FA, Piala Liga di mana mereka menunggu final melawan Chelsea akhir bulan depan, dan Liga Europa, demi kado perpisahan istimewa untuk sang filsuf besar sepak bola.

 

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement