Selasa 13 Feb 2024 18:52 WIB

Pernah Jadikan Eto'o Pemain Bergaji Terbesar Sedunia, Ini Kisah Bubarnya Klub Mewah Rusia

Saat ini, klub tersebut sudah tutup.

Rep: Frederikus Bata/ Red: Gilang Akbar Prambadi
Roberto Carlos dan pemain-pemain Anzhi Makhachkala.
Foto: news team
Roberto Carlos dan pemain-pemain Anzhi Makhachkala.

REPUBLIKA.CO.ID, DAGESTANI -- Pada Januari 2011, terjadi kegemparan di jagat lapangan hijau. Di era itu muncul klub kaya-raya tanpa catatan historis mentereng.

Klub tersebut bernama FC Anzhi Makhachkala yang berkompetisi di Liga Rusia. FC Anzhi mencoba berlari sendirian dari negara bukan elite Eropa. Ini konteksnya di sepak bola.

Baca Juga

Jika itu terjadi pada saat ini, maka seperti mendengar sesuatu yang wajar. Sejumlah tim Timur Tengah terutama dari Arab Saudi jor-joran berbelanja. Klub-klub tersebut berani menggaji eks bintang benua biru dengan bayaran fantastis. 

Tapi ketika mundur ke era 2011 lalu, maka benar-benar mengundang kehebohan. Semua bermula dari keputusan miliarder Rusia, Suleyman Kerimov yang membeli Anzhi. Ia berencana menjadikan the Eagles sebagai salah satu tim dengan kekuatan besar. 

"Mereka kemudian kalap betul di bursa transfer," demikian petikan narasi dari youtube sejarah bola, yang dikutip pada Selasa (13/2/2024).

Kerimov menghabiskan lebih dari 240 juta euro. Jika dihitung dengan kurs sekarang sekitar Rp 4,03 triliun. Angka yang sangat besar untuk dana transfer belasan tahun lalu.

Saat itu Anzhi mendatangkan sederet bintang dunia. Ada Willian, Roberto Carlos, Lassana Diarra, Yuri Zhirkov, hingga Samuel Eto'o. Nama yang disebut terakhir menjadi pemain dengan bayaran termahal dunia di era tersebut.

"Langkah itu merupakan proyek yang mahal dan rumit. Mereka finis di urutan kelima (Liga Rusia) pada tahun pertama bersama Kerimov. Musim berikutnya, mereka meloncat ke urutan ketiga, dan menembus babak 16 besar Liga Europa," tambahan laporan yang dikutip dari youtube sejarah bola.

Berjalannya waktu, pihak berwenang melihat ada sesuatu yang tak wajar dari kekayaan Kerimov. Mereka langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya diketahui, penguasaha kaya raya itu terlibat dalam tindak pidana pencucian uang dan penggelapan pajak.

Ia masuk daftar pencarian orang di sejumlah negara. Asetnya dibekukan. Bersamaan dengan itu, masa depan FC Anzhi mendadak suram. 

Para pemain bintang pergi. Klub terus mengalami penurunan kasta. Hingga akhirnya pada Juni 2022, dinyatakan bubar alias tidak mendapat izin bersaing di level profesional

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement