Senin 04 Mar 2024 15:10 WIB

Michael Owen Kecam Rashford Saat MU Kalah 1-3 dari City

Rashford berganti dari pahlawan menjadi pesakitan.

Manchester United
Foto: AP Photo/Dave Thompson
Manchester United

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Marcus Rashford tampak akan diberondong pujian saat mencetak gol ke gawang Manchester City pada menit kedelapan laga derby Manchester. Banyak penggemar Manchester United (MU) percaya sesuatu dapat terjadi dalam pertandingan pekan ke-27 Liga Primer Inggris di markas City, Stadion Etihad, Ahad (3/3/2024).

Namun kemudian, pemain kelahiran Manchester lainnya, Phil Foden, mencuri perhatian dengan dua golnya saat tim asuhan Pep Guardiola mengunci kemenangan 3-1.

Baca Juga

Rashford berganti dari pahlawan menjadi pesakitan. Sebab, tepat sebelum gol penyeimbang yang dicetak Foden, Rashford dalam posisi menyerang ke gawang City, tapi kemudian terjatuh karena tarikan kecil bek City Kyle Walker. Andai Rashford tetap berlari alih-alih jatuh, mungkin gol penyeimbang City tak tercipta dari momen tersebut.

Mantan penyerang Liverpool dan MU Michael Owen tidak setuju dengan teriakan dari kubu MU yang meminta pelanggaran. Menurut Owen, itu bukan merupakan sebuah pelanggaran. Namun dia juga merasa bahwa sang pemain mungkin saja melakukan kesalahan atas gol pertama yang dicetak oleh Phil Foden, seperti yang dia katakan kepada Premier League Productions (03/03/24)

Owen melihat bagaimana Marcus Rashford 'tergeletak di tanah' dan membutuhkan waktu lama untuk bangkit. Setelahnya, Foden yang merupakan rekan setim Rashfordndi timnas Inggris, melepaskan tendangan melengkung ke pojok atas gawang Andre Onana.

Owen merasa Rashford seharusnya berada jauh lebih dalam, di sepertiga area pertahanannya sendiri. Juga mungkin menghentikan Phil Foden untuk mendapatkan bola dan kemudian memotong dengan kaki kirinya.

"Saya pikir itu benar bahwa tidak ada yang diberikan," kata Owen. "Saya tidak tahu mengapa Marcus Rashford berlari melewati pemain lawan. Dia bahkan tidak menguasai bola. Bola menjauh darinya, tentu saja Anda harus mengontrol bola dan kemudian memotong pemain lawan."

"Jika dirasakan oleh saya, wasit dan kebanyakan orang, saya rasa tidak ada yang salah dengan hal tersebut."

"Sebenarnya, dia akan kembali ke posisi ini (di setengah lapangannya sendiri di sepertiga pertahanan) dan berpotensi untuk memotong bola itu (sebelum gol Foden). Dia telah tergeletak di tanah selama sekitar satu menit."

"Jika dia kembali masuk, maka posisinya sebenarnya berada di posisi ketiga (sepertiga pertahanan Man United) jika dia tidak terkapar. Dia mungkin bisa mencegah gol tersebut dan menghentikannya sejak awal. Saya tidak berpikir itu sebuah pelanggaran."

Saat Man City berusaha untuk meraih treble, tetangga mereka mungkin tidak akan lolos ke Eropa, jika seperti ini. Kekalahan beruntun tersebut membuat MU yang ada di peringkat enam terpaut 11 poin dari Aston Villa di posisi empat atau zona Liga Champions.

 

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement