Senin 11 Mar 2024 06:55 WIB

Marcus Gideon Gantung Raket, tak Ingin Dibandingkan dengan The Daddies

Marcus Fernaldi Gideon pensiun pada usia 33 tahun.

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah
Marcus Fernaldi Gideon (depan) saat berpasangan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo.
Foto: EPA-EFE/Claus Fisker
Marcus Fernaldi Gideon (depan) saat berpasangan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu pemain terbaik sektor ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon, menyatakan pensiun dari bulu tangkis profesional. Keputusan mengejutkan ini diumumkannya tepat saat ia berulang tahun yang ke-33 pada Sabtu (9/3/2024).

Pemain kelahiran 9 Maret 1991 ini pertama kali mengumumkan dirinya gantung raket di akun Instagram miliknya @marcusfernaldig. Akun centang biru dengan 1,1 juta pengikut ini pun mendapat respons 220 ribu tanda love dan lebih dari 14 ribu komentar atas postingan ini.

Baca Juga

Tak lama setelah PP PBSI memberikan pernyataan belum ada surat pengunduran diri secara resmi, Marcus langsung mengirimkan surat pengunduran dirinya dari Pelatnas Cipayung.

Banyak orang yang sedih dan menyayangkan keputusan Sinyo, sapaannya, pensiun dalam usia 33 tahun. Ayahnya Kurniahu, orang yang menurut Sinyo paling berjasa dalam karier bulu tangkisnya, termasuk yang menyayangkan keputusan putra kebanggaannya tersebut. Namun, sebagaimana PBSI, Kurniahu menghormati keputusan anaknya.

"Memang disayangkan dengan keputusan ini, dengan kemampuan yang dimiliki Sinyo saat ini dan melihat persaingan ganda putra dunia, di mana tak ada yang terlalu kuat. Saya yakin dia masih dapat bersaing setidaknya dua sampai tiga tahun ke depan," ujar Kurniahu.

Ketika ditemui di Indihome Gideon Badminton Academy (IGBA), Ahad (10/3/2024), Sinyo mengungkapkan sudah cukup lama memendam niat pensiun. Dia memilih waktu yang tepat serta mudah diingat, yakni saat merayakan hari ulang tahun ke-33. Sinyo mengaku keputusan ini juga sudah dibicarakan dengan partner tersuksesnya Kevin Sanjaya Sukamuljo.

"Keputusannya sudah lama, tapi saya umumkan pas ultah biar nggak lupa. Banyak yang menyayangkan, ada yang membandingkan dengan Daddies, tapi ini keputusan terbaik menurut saya. Saya sudah puas dengan apa yang dialami di bulu tangkis. Jangan bandingkan saya dengan Daddies, karena setiap orang punya jalannya masing-masing," tegas Sinyo.

Jika melihat usia Daddies memang jauh di atas Marcus yang baru 33 tahun. Hendra Setiawan saat ini berusia 39 tahun dan Mohamad Ahsan 37 tahun. Hingga kini, Daddies masih dapat bersaing dengan pasangan ganda putra dunia lainnya yang usianya jauh lebih muda.

Marcus mengaku salah satu alasan pensiun karena tidak siap kalau harus berpasangan dengan pemain baru. Ia harus memulai dari awal dengan mengikuti turnamen kecil yang biasanya tempat turnamennya jauh. "Kalau harus dari bawah lagi berat," ujarnya.

Banyak gelar yang sudah dicapainya terutama saat berpasangan dengan Kevin. Duet pemain bertubuh mungil ini terkenal dengan julukan Minions. The Minions merajai bulu tangkis dunia 2016-2019, lima tahun mereka bercokol menjadi pemain nomor satu dunia. 

Sinyo mengoleksi 30 gelar BWF, medali emas Asian Games, dan Piala Thomas. Hanya ada dua gelar mayor yang belum diraihnya yakni emas Olimpiade dan Kejuaraan Dunia. Namun Sinyo tak penasaran. Sebab, ia mengaku sudah sangat puas dengan pencapaiannya. Apalagi, dulu ia pernah dianggap punya masa depan suram di bulu tangkis.

Dari banyak momen menurut Sinyo yang paling berkesan adalah ketika meraih medali emas Asian Games 2018 di Istora Senayan Jakarta. "Saat itu main di Jakarta, ribuan penggemar memadati Istora Senayan, untuk dapat tiket buat keluarga saja susah sekali. Lawan di final yakni Fajar/Rian sedang bagus-bagusnya. Sempat tertinggal jauh, dan akhirnya bisa menang untuk mempersembahkan emas ke-24 bagi Merah Putih."

Sinyo belum ingin melatih di Pelatnas, dia kini fokus membesarkan klubnya IGBA yang terletak di kawasan Gunung Putri Bogor. Bersama sang Ayah, Sinyo bertekad melahirkan pemain-pemain yang nantinya dapat mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia. Bahkan tekadnya mengembangkan bulu tangkis di daerah yang masih belum tersentuh seperti di Papua. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement