Kamis 04 Apr 2024 16:32 WIB

Tottenham Hotspur Dijual Akibat Rugi Rp 1,7 Triliun

Tottenham pun berniat menjual sebagai saham mereka.

Referee John Brooks (L) gives a yellow card to Mickey van de Ven (2-R) of Tottenham during the English Premier League match between West Ham United and Tottenham Hotspur in London, Britain, 02 April 2024.
Foto: EPA-EFE/DAVID CLIFF
Referee John Brooks (L) gives a yellow card to Mickey van de Ven (2-R) of Tottenham during the English Premier League match between West Ham United and Tottenham Hotspur in London, Britain, 02 April 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Bos Tottenham Hotspur Daniel Levy pada Rabu memastikan klubnya tengah berunding dengan sejumlah investor untuk membeli sahamnya setelah klub Liga Premier itu menelan kerugian setelah pajak sebesar 86,8 juta poundsterling (Rp1,7 triliun) selama periode satu tahun yang berakhir pada 30 Juni 2023.

Kendati Spurs mencatat omzet 549,6 juta poundsterling (Rp11 triliun) selama periode setahun itu, beban operasional naik 21 persen. Kenaikan beban operasional itu di antaranya akibat investasi untuk membeli pemain-pemain baru.

Baca Juga

Anggaran gaji pemain yang dialokasikan Tottenham naik 20 persen menjadi 251,1 juta pound (Rp5,04 triliun) atau kelima terbesar di Liga Inggris setelah Manchester City, Liverpool, Chelsea, dan Manchester United.

Tekanan rugi setelah pajak itu mendorong pemilik klub itu, ENIC Group, menjual sahamnya kepada investor yang bersedia menyanggupi harga yang ditawarkan mereka.

Namun, menurut seorang sumber kepada ESPN, pemilik Spurs tidak akan menjual seluruh sahamnya, melainkan sebagian saja.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement