Rabu 22 May 2024 11:45 WIB

Jika Pecat Xavi, Barcelona Berharap Bisa Berhemat Rp 130 Miliar

Deco ingin Rafael Marquez menjadi pelatih Barcelona jika Xavi dipecat.

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah
Pelatih FC Barcelona Xavi Hernandez.
Foto: EPA-EFE/Alejandro García
Pelatih FC Barcelona Xavi Hernandez.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masa depan Xavi Hernandez di Barcelona akan diputuskan pekan depan. Nasibnya tak menentu ​​sebulan setelah ia berkomitmen kembali untuk bertahan di Barcelona satu musim lagi.  

Presiden klub Barcelona Joan Laporta dan direktur olahraga Deco akan menggelar pertemuan untuk membahas masalah ini. Pada saat itu, akan ada kejelasan perihal nasib legenda Barcelona tersebut.

Baca Juga

Jika Xavi dipecat, Barcelona berharap dia bisa melepaskan tahun terakhir kontraknya. Menurut La Vanguardia, total pembayaran sebesar 15 juta euro atau sekira Rp 260 miliar akan diberikan jika pelatih berusia 44 tahun itu dipecat, seperti dikutip dari Football Espana, Rabu (22/5/2024).

Namun setengah dari jumlah tersebut, yakni sekitar Rp 130 miliar tidak perlu dibayarkan jika Xavi setuju untuk tidak mengambil sisa gajinya. Sebab, dia setuju melakukan pada bulan Januari lalu, saat mengumumkan keputusannya untuk mundur pada akhir musim ini. Namun belakangan keputusan itu diralat Xavi yang berarti kesepakatan sebelumnya batal.

Deco akan memimpin pertemuan tersebut pekan depan, dan menurut Sport, dia sudah punya gambaran sosok yang siap dipromosikan jika Xavi dipecat. Deco ingin Rafael Marquez dipromosikan dari tim junior Barcelona ke tim utama. 

Deco berpandangan bahwa opsi pasar saat ini, termasuk pelatih seperti Hansi Flick, Thomas Tuchel, dan Roberto De Zerbi, tidak memberikan jaminan lebih besar dibandingkan Marquez.

Tidak ada gunanya jika Laporta memilih untuk menyewa pelatih dari luar Barcelona, di mana Flick adalah kandidat terkuat pada tahap ini.  Masih harus dilihat apakah Xavi perlu digantikan sejak awal, karena ia terus menjabat sebagai pelatih kepala untuk saat ini. 

Laporta mengandalkan “kecintaan Xavi pada klub” untuk berhemat jika memecatnya. Meskipun dalam perkembangannya, Xavi punya hak untuk menuntut penuh sisa gajinya dibayar.

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement