Kamis 01 Jul 2010 07:24 WIB

Indonesia Terpuruk di Kejuaraan Bola Voli Putri Antarklub Asia

Indonesia terpuruk di Kejuaraan Bola Voli Antarklub Putri Asia 2010.
Indonesia terpuruk di Kejuaraan Bola Voli Antarklub Putri Asia 2010.

REPUBLIKA.CO.ID, GRESIK--Tuan rumah Indonesia terpuruk di posisi juru kunci Grup A setelah tidak meraih kemenangan sama sekali pada babak penyisihan Kejuaraan Bola Voli Antarklub Putri Asia 2010 di GOR Tri Dharma Gresik, Jawa Timur, Rabu (30/6).

Pada laga penyisihan terakhir, Indonesia yang diwakili klub Petrokimia Gresik dibungkam tim Korea Utara dengan skor telak 0-3 (10-25, 12-25, 14-25). Selain gagal menembus babak delapan besar, hasil ini juga melengkapi keterpurukan Maya Puspita dan kawan-kawan yang tidak pernah meraih satu set pun kemenangan selama empat laga penyisihan.

Pada tiga laga sebelumnya melawan Zobahan Iran, Taiwan, dan J.T Marvelous Jepang, tuan rumah Indonesia selalu kalah dengan skor telak 0-3. Bahkan, kekalahan memalukan didapat saat menghadapi Jepang, karena perolehan angka yang didapat Indonesia tidak lebih dari 10 di setiap setnya.

Dengan hasil ini, Indonesia tinggal menghadapi klub KT & G. Ariels Korea Selatan yang juga gagal lolos delapan besar, untuk perebutan peringkat 9 dan 10 pada Jumat (2/7).

Menghadapi Korut, permainan Indonesia yang diperkuat pemain-pemain muda untuk proyeksi tim SEA Games 2011, tetap tidak menunjukkan perubahan dibanding sebelumnya. Pertahanan yang keropos, blok-blok lemah dan serangan yang cenderung monoton serta mudah dibaca lawan, menjadi kelemahan mendasar tim Indonesia pada kejuaraan ini.

"Kami akui kekuatan tim Indonesia masih kalah dibanding tim-tim lain. Serangan kurang bertenaga, kerja sama belum padu dan kelemahan lainnya," kata manajer tim Indonesia, Syamsul Huda usai pertandingan.

Kendati kalah dari Korut, Syamsul Huda mengatakan semangat tempur pemain masih cukup tinggi dan berusaha mengimbangi lawan. "Banyak pelajaran berharga yang bisa diambil dari kejuaraan ini. Tim Indonesia cukup prospektif dan sebaiknya tetap dipertahankan dalam pemusatan latihan jangka panjang untuk persiapan SEA Games," tambahnya.

'Spiker' tim Indonesia Novia Andriyanti juga mengakui adanya perbedaan kualitas permainan tim Indonesia dibanding tim peserta kejuaraan Asia ini. "Kami masih perlu belajar banyak dan menambah jam terbang bertanding. Teman-teman sudah berjuang maksimal, tapi memang lawan-lawan yang dihadapi jauh lebih bagus," jelasnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement