Selasa 13 Nov 2012 01:30 WIB

PSMS Medan Angkat Pelatih Wanita

PSMS MEDAN
Foto: duniasoccer
PSMS MEDAN

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Untuk kali pertama sepanjang sejarah klub, PSMS Medan akan ditukangi pelatih wanita. Adalah Yohana Pardede yang beruntung menjadi nahkoda tim kebanggaan masyarakat Kota Medan itu dalam mengarungi kompetisi Divisi Utama musim 2012-2013.

Ketua Umum PSMS Medan Benny Sihotang mengatakan penunjukkan Yohana sebagai manejer tim, bukan tanpa sebab. Sebelumnya pengurus melakukan beberapa pertimbangan dan masukan dari beberapa pihak, yang dinilai cukup peduli akan masa depan PSMS Medan.

"Sebelumnya kami juga telah mengantongi beberapa nama yang dinilai cocok sebagai figur manajer. Namun setelah melewati beberapa penilaian dan pertimbangan, akhirnya kami para pengurus sepakat menunjuk Ibu Yohana sebagai manejer," katanya di Medan, Senin (12/11).

Yohana merupakan putri anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sumatera Utara, Rudolf Pardede. Benny mengatakan Yohana bukanlah orang baru di dunia pesepakbolaan, apalagi juga berasal dari keluarga yang selama ini sangat fanatik terhadap bola dan perkembangan olahraga di daerah itu.

Pihaknya juga yakin Yohana dapat merangkul semua pihak baik antara pengurus, pelatih dan pemain maupun dengan pihak-pihak lainnya, terutama dalam merangkul para sponsor. Sehingga PSMS dalam mengarungi musim depan dapat berjalan dengan baik.

Melalui pengalaman yang dimilikinya selama ini, pihaknya berkeyakinan Yohana akan mampu membawa PSMS kembali menjadi tim yang disegani di tanah air, seperti masa keemasan klub tersebut ketika masih diera perserikatan.

"Kami ingin menampilkan orang-orang muda dan profesional untuk menangani tim ini. Apalagi memang 70 persen komposisi kepengurusan kami adalah orang-orang muda, dan ditangan Yohana Pardede sebagai manejer, kami, optimistis PSMS dapat kembali menjadi tim yang disegani," selorohnya.

Secara terpisah Yohana mengaku bersedia menjadi manejer PSMS setelah melewati beberapa pertimbangan matang. Ia menegaskan akan menerapkan manajemen terbuka, namun ia mengaku tidak bisa bekerja sendiri.

Menurutnya tanpa bantuan dari berbagai pihak, ia tidak akan bisa membawa klub tersebut menjadi tim yang besar. Untuk itu Yohana sangat berharap semua pihak mau saling bahu membahu menata PSMS Medan, sehingga mampu membawa tim tersebut kembali menjadi tim yang disegani.

"Uang bukan segalanya, untuk berhasil kita harus bisa saling bahu-membahu. Kesuksesan PSMS adalah tanggungjawab kita bersama," cetusnya menandaskan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement