REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Di tengah sorotan publik sepak bola dunia terhadap talenta-talenta yang dimiliki oleh Spanyol, terutama talenta-talenta muda yang berlaga di Piala Dunia U-20. Ada satu nama yang mencuri perhatian publik sepak bola dunia. Nama itu adalah Nicolas Lopez, penyerang Uruguay U-20.
Penampilan impresif Lopez dimulai saat memperkuat Uruguay U-20 di turnamen Piala Amerika Selatan U-20, awal tahun ini. Torehan enam golnya mengantarkan Lopez meraih sepatu emas turnamen U-20 khusus zona CONMEBOL tersebut.
Pemain dengan julukan El Conejo, atau Si Kelinci, itu pun melompat kian tinggi. Lopez terbukti menjadi mesin gol La Celeste Olimpica di Turki 2013. Hampir di semua partai yang dilakoni Uruguay di Piala Dunia U2-0, nama Lopez ada di daftar pencetak gol. Hingga babak 16 besar, torehan golnya hanya berselisih satu gol dengan pencetak gol terbanyak sementara, Bruma (penyerang Portugal) dan Jese (penyerang Spanyol).
Lopez gagal mencetak gol saat Uruguay kalah 0-1 dari Kroasia di laga pembuka grup F. Tapi, setelah itu, argo gol Lopez seolah tidak berhenti dan sepertinya bakal terus berjalan. Dimulai saat mencetak gol kedua Uruguay kala membenamkan Selandia Baru 2-0. Kemudian, kala tim besutan Juan Verzeri itu berpesta gol ke gawang Uzbekistan di laga terakhir grup F. Lopez menjadi pencetak gol kedua La Celeste Olimpica.
Terakhir, pemain hasil binaan klub Uruguay, Nacional, itu memborong semua gol Uruguay saat menyingkirkan Nigeria 2-1 di babak 16 besar. Gol kedua yang dicetak Lopez pun menjadi perbincangan banyak kalangan.
Meski baru berusia 19 tahun, tapi Lopez dengan tenang mampu menaklukan kiper Nigeria lewat titik penalti. Eksekusi penaltinya pun dilakukan dengan gaya panenka, gaya yang identik dengan Francesco Totti dan Andrea Pirlo.
Ketenangan memang menjadi salah satu kelebihan Lopez, selain kemampuan mencari ruang dan determinasinya dalam mencetak gol. Maka, tidak salah jika Lopez kerap disebut-sebut sebagai Luis Suarez baru.
Prestasinya di level klub tidak kalah mengkilap. Direkrut AS Roma dari Nacional pada Januari 2012, Lopez sempat setengah musim menghuni tim primavera il Lupi. Pelatih AS Roma kala itu, Zdenek Zeman, pun akhirnya mempromosikan Lopez ke tim utama AS Roma.
Debutnya di kompetisi resmi Serie A pun dilakoni Lopez dengan sangat baik. Menggantikan Francesco Totti pada menit-menit akhir laga pertama AS Roma di Serie A musim lalu, Lopez mampu mencetak gol. AS Roma pun terhindar dari kekalahan setelah sempat tertinggal 1-2 dari Catania di partai tersebut.
Namun, debut mengagumkan dari pemain yang baru berusia 19 tahun itu tampaknya belum cukup buat Lopez untuk mengamankan satu tempat di tim utama. Hingga kompetisi musim lalu berakhir, Lopez hanya enam kali turun lapangan. Alhasil, pada Januari 2013 silam, Lopez sempat mengancam akan meninggalkan Stadion Olimpico.
''Pada saat ini, bermain untuk tim utama adalah sesuatu yang sangat penting buat saya,'' kata pemain yang sempat diragukan bisa menjadi pemain profesional lantaran dianggap terlalu kurus tersebut, seperti dikutip Football Italia.
AS Roma mungkin harus berpikir dua kali sebelum melepas Lopez. Alasannya, sejumlah klub Italia siap menampung El Conejo. ''Udinese, Cagliari, Torino, Verona, Catania, dan Siena tengah memantau Lopez,'' kata agennya, Paul Betancourt kepada Radio Mana Mana Sports, beberapa waktu lalu.
Selain itu, melihat kedekatan Liverpool dengan Luis Suarez, bukan tidak mungkin jika Lopez mengikuti jejak seniornya itu dengan bergabung bersama The Reds.