REPUBLIKA.CO.ID, Pada 8 Maret 2009 lalu, Ronaldo berhasil comeback lewat gol apiknya di injury time untuk Corinthians dalam pertandingan melawan Palmeiras. Gol tersebut merupakan yang pertama setelah pulih dari cedera lutut cukup parah sehingga membuatnya terancam menggantung sepatu.
Striker yang meraih penghargaan sebagai Pemain Terbaik Dunia tersebut memiliki sejarah pada kedua lututnya. Dia pernah mengalami cedera sebanyak dua kali pada lutut kanan ketika bermain untuk Inter Milan (1997-2002) dan berjuang keras untuk pulih agar bisa berlaga di Piala Dunia 2002. Usahanya untuk sembuh tak sia-sia, Ronaldo berhasil membawa Brasil memenangkan Piala Dunia 2002 sekaligus meraih pengargaan sebagai Pemain Terbaik Dunia.
Pada 2007, dia bergabung dengan AC Milan setelah lima musim bermain bersama Real Madrid. Pada 13 Februari 2008 striker asal Brasil tersebut mengalami cedera lutut kiri ketika bertanding melawan Livorno. Kondisi cederanya cukup parah sehingga dia terpaksa absen selama satu musim dan terancam kehilangan karirnya.
Namun, Ronaldo bertekad untuk pulih agar bisa kembali berlaga di lapangan hijau. Mantan striker Barcelona itu kemudian fokus untuk menjalani rehabilitasi dan berlatih ringan dengan klub Flamengo. Klub yang bermarkas di Rio de Jenairo itu tertarik untuk mengkontrak Ronaldo saat sudah seratus persen pulih, namun dia menolak karena masih terikat kontrak dengan Corinthians.
Ronaldo kemudian kembali ke Sao Paulo dan diturunkan sebagai pemain pengganti dalam laga melawan Palmeiras. Dia masuk pada menit ke 63 dan langsung menunjukkan performa terbaiknya dan membuat pertandingan semakin sengit. Dia sempat melakukan upaya mencetak gol pada menit ke 78 lewat tendangan kerasnya, namun gagal karena membentur mistar gawang. Kemudian pada menit ke 93 dia berhasil mencetak gol perdananya setelah absen panjang dan menyamai kedudukan 1-1 atas Palmeiras.
Ronaldo kemudian melakukan selebrasi dengan berlari ke arah belakang gawang dan bersorak bersama para pendukung Corinthians. Dia mengakhiri musim dengan 10 gol dalam 14 pertandingan dan menandatangani perpanjangan kontrak sampai 2011 dan mengakhiri karirnya di Corinthians.