Senin 19 Jan 2015 04:19 WIB

Antara Achmad Jufriyanto dan SSB

Rep: Muhammad Iqbal/ Red: Didi Purwadi
Achmad Jufriyanto
Foto: http://www.persib.co.id
Achmad Jufriyanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebelum menapaki karir sebagai pesepakbola profesional di masa kecilnya, Achmad Jufriyanto menempuh pendidikan sepak bola di sekolah sepak bola (SSB). SSB pertamanya adalah SSB Pelita Jaya, Sawangan, Depok, Jawa Barat. 

"Waktu itu kelas lima SD," ujar Achmad kepada Republika Online

Achmad, sosok kelahiran 7 Februari 1987, menimba ilmu di Sawangan selama kurang lebih tiga tahun. Setelah itu, Achmad bergabung dengan SSB Asiop Apacinti. Bersama salah satu SSB kenamaan di Tanah Air itu, kemampuannya sebagai pemain bola semakin terasah.  

"Di sana lebih bagus jenjang usianya. Di tengah menjamurnya SSB, SSB Asiop Apacinti merupakan salah satu SSB unggulan," kata Achmad. Setelah bergabung dua tahun, pria asal Tangerang ini kemudian diajak bergabung dengan tim nasional U-14.  

Setelah itu, dari tahun ke tahun, Achmad senantiasa dipercaya membela timnas usia muda. Mulai dari U-16, U-20 (2005), U-21 (2008) sampai U-23 (2007-2009). Hingga pada akhirnya, pemain yang kini membela Persib Bandung itu diberi kepercayaan membela timnas senior medio 2013.

Dari sisi klub, Achmad mengaku bersyukur bisa menempuh pendidikan di SSB Asiop Apacinti. Sebab, setiap tahun, klub-klub Tanah Air kerap menarik pemain-pemain muda dari SSB yang eksis di Indonesia. Klub pertama Achmad adalah Persita Tangerang (2005-2008).

Seusai itu, secara berturut-turut, pria bertinggi 180 cm ini membela Arema Malang (2008-2009), Pelita Jaya (2009-2010), Sriwijaya FC (2010-2013) dan Persib Bandung (2013 sampai sekarang). Puncak prestasi Achmad tentu saja mengantarkan Persib menjadi jawara Indonesia Super League (ISL) 2014.

Dalam kesempatan yang sama, Achmad berpesan kepada anak-anak maupun remaja yang sedang menimba ilmu di SSB. Menurut Achmad, semasa di SSB, mind set setiap orang sudah harus dibentuk. Dimulai dari aspek teknis hingga pembentukan karakter bermain. 

Keberadaan kompetisi antar SSB, ujar pria 27 tahun ini, kudu dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk unjuk gigi sekaligus mengembangkan potensi dan bakat di dalam diri.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement