REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Arsitek Chelsea Antonio Conte didakwa bersalah atas perbuatannya ketika the Blues melawan Swansea City, Kamis (30/11) dinihari WIB. Badan disiplin dari otoritas Liga Primer Inggris memberikan sanksi sebesar 8.000 ribu pound kepada Conte, Jumat (1/12).
Hukuman tersebut lebih ringan dibanding sejumlah prediksi yang menyebutkan Conte akan dilarang menemani timnya berlaga. "Conte diberi waktu sampai tanggal 5 Desember untuk merespons dakwaan ini," tulis FA, dikutip Jumat.
Sebelum dijatuhi sanksi, Conte sudah meminta maaf kepada para pengadil yang memimpin laga timnya kontra Swansea. Pada laga yang dimenangkan Chelsea dengan skor 1-0 itu, Conte diusir keluar dari bangku cadangan oleh wasit Neil Swarbrick.
Pengusiran ini dilakukan setelah sikap tak terpuji Conte yang terus marah-marah kepada Swarbrick dan official laga, Lee Mason. Conte beralasan, kemarahannya membuncah karena wasit tidak bersikap tegas dengan perilaku mengulur waktu yang dilakukan oleh tim tamu.
Meski demikian, Conte mengakui kesalahannya pada sesi jumpa pers. "Saya minta maaf atas apa yang terjadi pada laga tadi. Saya marah karena melihat Swansea terus mengulur waktu pada babak pertama. Beberapa kali saya melakukan protes tapi tidak digubris. Akibatnya Swansea terus melakukan hal yang sama hingga akhirnya malah saya diusir," kata dia.
Pelatih asal Italia ini sadar sudah melakukan kesalahan. Namun, Conte menegaskan saat melakukan kesalahan tersebut, ia sedang merasa frustrasi.
Conte menilai, taktik Swansea tidak bisa dibenarkan karena menganggu jalannya pertandingan. Pelatih asal Italia ini juga mengeluhkan sikap Mason yang sempat kehilangan kesabaran atas rentetan protes darinya. "Tapi sekali lagi, tadi itu adalah kesalahan saya. Saya minta maaf," jelas dia.
Sebelum diusir, pelatih yang terkenal kerap meledak-ledak dalam mengekspresikan sikapnya ini terus menunjuk ke arah Swarbrick dan Mason. Conte pun harus menjalani sisa pertandingan timnya di dalam ruang ganti.