REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Kepolisian Inggris mengusut kasus penyerangan terhadap kediaman Wakil Ketua Eksekutif Manchester United (MU) Ed Woodward. Serangan diduga dilakukan fan MU garis keras.
Video yang diposting di media sosial menunjukkan sekelompok orang berkumpul di luar rumah Woodward di Cheshire dengan meneriakkan ancaman. Sekelompok orang itu lalu melemparkan suar melewati gerbang. Beruntung Woodward dan keluarganya tidak ada di rumah saat penyerangan terjadi.
"Sekitar pukul 10.45 malam pada hari Selasa, 28 Januari, polisi Cheshire mendapat informasi tentang insiden kriminal yang menargetkan properti di wilayah Nether Peover," kata kepolisian Cheshire Constabulary dalam pernyataan resmi dilansir dari Eurosports pada Jumat (31/1).
Sementara itu, Woodward menanggapi aksi serangan dengan rencana menambah petugas keamanan di kediamannya. Ia berharap aksi tersebut tak lagi terjadi. "Syukurlah tidak ada yang terluka dan petugas kepolisian akan berhubungan dengan petugas keamanan saya untuk membantu identifikasi siapa yang terlibat," ucap Woodward.
MU saat ini berada di urutan kelima klasemen Liga Primer Inggris, terpaut 33 poin dari pemimpin klasemen, Liverpool. Woodward telah menjadi sasaran kekesalan para penggemar atas buruknya performa MU baru-baru ini.
MU mengatakan, setiap penggemar yang terbukti bersalah melakukan kejahatan atau melakukan pelanggaran akan dilarang seumur hidup ke Old Trafford. "Kami tahu bahwa dunia sepak bola akan bersatu di belakang kami saat kami bekerja dengan polisi Manchester untuk mengidentifikasi para pelaku serangan yang tidak beralasan ini," tulis MU dalam pernyataan resminya.