REPUBLIKA.CO.ID, DORTMUND -- Para pemain Paris Saint-Germain tak merasa di ujung tanduk meski kalah dari Borussia Dortmund di leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Signal Iduna Park, Rabu Dinihari.
Thiago Silva misalnya, memang mengakui kalau timnya kehilangan bola terlalu mudah di babak pertama, ditambah Dortmund selalu mengancam. Namun di babak kedua, kata dia, timnya bisa membuka ruang dan laga menjadi sangat terbuka, dengan kedua tim memamerkan kualitasnya.
''Kami kebobolan gol kedua, fakta yang sulit diterima, tapi segalanya masih mungkin bagi kami,'' ucap Silva, dikutip dari laman resmi klub, Rabu (19/2).
Sementara itu, gelandang PSG Marco Verratti menuturkan, babak 16 besar selalu menyajikan lawan yang sulit. Tapi, ia menegaskan masih ada 90 menit lagi untuk dimainkan.
Final from Germany in the @ChampionsLeague first leg vs. Borussia Dortmund #BVBPSG pic.twitter.com/ygvlNVmQUD
— Paris Saint-Germain (@PSG_English) February 18, 2020
Apalagi, lanjutnya, PSG hanya tinggal butuh satu gol lagi untuk lolos. Sehingga pada leg kedua ia memastikan PSG akan mengerahkan segalanya. ''Kami harus menampilkan performa terbaik di kandang. Kami bisa kalah, kami bisa menang, tapi yang pasti harus memberikan segalanya secara maksimal,'' ujar dia.
Lalu Neymar, menyebut laga di Signal Iduna Park ini adalah laga yang sangat rumit dan sulit. Ia mengatakan kalau timnya mencoba bermain sesuai gaya bermain untuk menciptakan peluang.
''Dan memang kami membuat lebih banyak peluang ketimbang mereka. Kami sudah tidak sabar untuk kembali bermain dalam leg kedua di kandang,'' tegas Neymar.