Ahad 15 Mar 2020 02:52 WIB

FIGC Desak UEFA Tunda Piala Eropa 2020

Piala Eropa 2020 harus ditunda setahun ke depan karena maraknya pandemi virus corona

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Agung Sasongko
piala eropa(ap)
Foto: ap
piala eropa(ap)

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) Gabriele Gravina menegaskan apabila turnamen Piala Eropa 2020 harus ditunda setahun ke depan karena maraknya pandemi virus corona. Ia juga menyebut, prioritas UEFA saat ini seharusnya menentukan keputusan nasib kompetisi domestik di Benua Eropa.

"Tidak ada yang pernah berharap untuk menghadapi keadaan darurat sepeti ini. Saya mencoba bekerja dengan institusi, klub, Federasi dan Pemerinta. Itu tentu tidak mudah," tegas Gravina dilansir Football Italia, Ahad (15/3).

Baca Juga

Belum ada keputusan resmi dari pihak FIFA dan UEFA terkait Piala Eropa 2020. Namun, dewan direksi, dan 55 federasi anggota akan melakukan pertemuan pada, Selasa (17/3) waktu setempat.

Meski demikian, kans untuk tetap menggelar hajatan olahraga sepak bola terbesar di Eropa tersebut kecil kemungkinan berlangsung. Pasalnya, penyebaran Covid-19 sudah meluas ke seluruh negara dan beberapa pemain profesional positif terdampak penyakit asal Wuhan, China.

"FIGC mengambil tanggung jawab untuk menyatukan semua orang agar mendapat solusi tunggal yang kredibel. Sepak bola Italia akhirnya menunjukkan kedewasaan dan rasa tanggung jawab kolektifnya," sambung dia.

Lebih lanjut, pria berusia 66 tahun sedang menunggu hasil KTT UEFA dan proposal yang akan diajukan oleh Presiden, Aleksandr Ceferin. Dirinya pun, akan berada di posisi terdepan untuk menyarankan agar kalender Piala Eropa 2020 harus ditinjau kembali, dengan kata lain ditunda hingga beberapa waktu ke depan.

"Gagasan untuk menyeleasikan kompetisi klub baik liga domestik maupun turnamen (Liga Champions, Liga Europa) harus menjadi prioritas."

Piala Eropa 2020 rencananya digelar mulai 12 Juni sampai dengan 12 Juli 2020 di sejumlah negara di Eropa. Namun, melihat perkembangan terkini mengenai penyebaran virus corona membuat turnamen tersebut diragukan dapat digelar sesuai jadwal.

Pasalnya, sejumlah negara yang ditunjuk sebagai tuan rumah seperti Italia dan Spanyol saat ini telah melakukan 'Lock Down' di sejumlah kota, sehingga kemungkinan besar tak bisa menggelar pertandingan yang dihadiri banyak penonton.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement