Senin 26 Oct 2020 00:29 WIB

Gaethje Yakin Sempat Buat Khabib Nurmagomedov Hancur

Khabib kemungkinan sedang berada di titik terburuk hidupnya sebelum duel vs Gaethje.

Khabib Nurmagomedov bersujud sembari menangis setelah mengalahkan Jusin Gaethje, Ahad (25/10).
Foto: Dok. IG UFC
Khabib Nurmagomedov bersujud sembari menangis setelah mengalahkan Jusin Gaethje, Ahad (25/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Justin Gaethje berkeyakinan bahwa dirinya sudah membuat Khabib Nurmagomedov hancur, meski ia harus menelan kekalahan pada ajang UFC 254 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Ahad (25/10). Gaethje mengklaim kemenangannya di ronde pertama.

Gaethje kerap melepaskan serangan telak ke tubuh lawan, terutama bagian kaki yang diyakini sukses membuat Khabib kesakitan.

Namun petarung Rusia itu berhasil membalikkan keadaan untuk mengakhiri perlawanan Gaethje pada ronde kedua dengan kemenangan submission menggunakan "triangle choke" yang membuat petarung Amerika Serikat itu tidak sadarkan diri.

Meski kalah, Gaethje mengaku tetap puas karena telah membuat lawannya rusak.

“Saya telah membuatnya rusak dan yakin telah bekerja dengan baik. Menjaga jarak, mengontrol, dan menghancurkannya,” kata Gaethje dilansir MMA Mania, Ahad.

Dengan kondisi kaki Khabib yang sudah cedera sebelum duel membuat Gaethje semakin percaya bahwa dirinya telah benar-benar membuat Khabib dalam masalah. Akibat serangannya, Khabib disebut bakal pincang setidaknya selama tiga pekan. “Tak terlalu banyak tendangan yang diberikan karena dia tak bisa berjalan. Dia akan lemas...pincang setidaknya hingga tiga pekan ke depan.”

Tak hanya itu, Gaethje juga mengungkapkan prasangkanya bahwa Khabib kemungkinan sedang berada di “titik terburuk” hidupnya sebelum melakoni duel dengannya.

Meski demikian, Khabib berhasil membuktikan dirinya sebagai petarung yang tangguh dan pantas atas gelar juara dunia kelas berat ringan.

“Saya tahu dia berada dalam posisi yang tak nyaman. Jika tidak pun, dia telah melakukan yang seharusnya dia lakukan. Dia sangat kuat. Saya yakin dia telah membuat ayahnya bangga,” jelas Gaethje.

Titik terburuk Khabib sebelum meraih kemenangannya diperkirakan disebabkan oleh kondisinya yang tengah mengalami cedera. Ia juga harus melakoni laga pertamanya sejak kepergiaan ayahnya, Abdulmanap, yang wafat akibat komplikasi yang disebabkan Covid-19, Juli lalu.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement