Kamis 12 Nov 2020 10:33 WIB

Joe Gomez Cedera, Southgate Salahkan Jadwal Padat

Joe Gomez sudah tampil dalam 15 pertandingan dalam dua bulan terakhir.

Pelatih timnas Inggris Gareth Southgate.
Foto: AP/Clive Rose/Pool Getty
Pelatih timnas Inggris Gareth Southgate.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih kepala tim nasional (timnas) Inggris, Gareth Southgate, menyalahkan kepadatan jadwal pertandingan sepak bola baik level klub maupun internasional saat ia mengkonfirmasi cederanya bek Joe Gomez. Gomez cedera lutut dalam sesi latihan Rabu (11/11) jelang Inggris menjamu Republik Irlandia dalam laga persahabatan internasional.

Akibat cedera itu, Gomez dipulangkan dari kamp timnas Inggris dan kembali ke kubu Liverpool. Adapun Liverpool kini terjebak dalam kriris lini pertahanan akut menyusul cederanya Virgil van Dijk, Fabinho, dan Trent Alexander-Arnold.

Baca Juga

"Saya tidak bisa bilang seserius apa cederanya, sebab kami belum melakukan pemindaian," kata Southgate dalam jumpa pers dilansir laman resmi UEFA. "Yang membuat kami khawatir adalah menyaksikannya kesakitan. Tak ada orang di dekatnya ketika cederanya terjadi."

Dalam kesempatan itu, Southgate juga melontarkan kritik kepada padatnya jadwal pertandingan yang dipaksakan berlangsung di tengah pandemi Covid-19.

Gomez, misalnya, sudah tampil dalam 15 pertandingan dalam dua bulan terakhir baik bersama Liverpool di Liga Inggris, Liga Champions, dan Piala Liga, serta bersama Inggris di laga persahabatan internasional dan UEFA Nations League.

"Wacana mengenai penambahan slot pergantian pemain terus bermunculan. Tetapi gambaran besarnya adalah semua orang di olahraga ini harus bahu membahu," kata Southgate. "Mengingat Piala Dunia 2022 akan digelar pada musim dingin, ini kesempatan bagi semua orang untuk berpikir secara berbeda. Pandemi telah memunculkan banyak kesulitan, tetapi entah mengapa semua pihak malah sepakat memampatkan jadwal dalam durasi yang begitu singkat."

Southgate memperkirakan, ia akan terus melihat banyaknya pemain yang cedera. "Situasi yang menyedihkan. Ketika Anda melihat dampaknya terhadap orang-orang, itu semakin menyedihkan. Pembicaraan soal ini seharusnya terjadi musim panas kemarin. Seharusnya kami bisa menyesuaikan jadwal secara keseluruhan dan bekerja bersama-sama, tetapi itu tidak terjadi," pungkasnya.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement