Rabu 25 Aug 2021 18:55 WIB

Tuntutan Gaji Selangit Haaland Buat Chelsea Mundur

Agen Haaland, Mino Raiola, meminta upah Rp 16 miliar per pekan untuk kliennya.

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Israr Itah
Erling Haaland dari Borussia Dortmund.
Foto: EPA-EFE/FREDERIC SCHEIDEMANN
Erling Haaland dari Borussia Dortmund.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Chelsea menarik langkah mendatangkan penyerang Borussia Dortmund Erling Haaland awal musim panas ini. Penyebabnya ternyata tuntutan agen Haaland, Mino Raiola, agar kliennya mendapatkan gaji 820 ribu poundsterling (sekitar Rp 16 miliar) per pekan, dilansir dari Metro, Rabu (25/8).

Pemain internasional Norwegia tersebut merupakan sosok paling diinginkan oleh sejumlah klub Eropa. Manajemen the Blues berusaha membawanya ke Stamford Bridge pada awal musim panas ini sebelum mengalihkan perhatian kepada Romelu Lukaku.

Baca Juga

Chelsea sempat merasa bisa mendapatkan Haaland sekarang dengan tawaran 100 juta poundsterling ditambah kesepakatan lain yang diajukan ke manajemen Dortmund. Namun tuntutan upah Haaland membuat Chelsea keberatan.

Menurut Bild, Raiola menuntut kliennya diberikan gaji fantastis. Dalam setahun, Haaland akan mendapatkan 42 juta poundsterling (Rp 829 miliar).

Hal tersebut akan membuat Haaland menjadi pemain dengan bayaran tertinggi di dunia. Karena itu Chelsea tak sanggup membayar upah Haaland ditambah tuntutan pribari Raiola sekitar 40 juta poundsterling untuk biaya agen.

Chelsea sepertinya tak mungkin mempertimbangkan ulang kedatangan Haaland musim panas mendatang karena telah mendapatkan Lukaku senilai 97 juta Poundsterling. Ini bisa jadi berkah bagi Manchester United dan Manchester City yang tertarik kepada mantan pemain RB Salzburg tersebut.

Jika menanti hingga tahun depan, klausul pelepasan Haaland dalam kontraknya akan menurun menjadi 64 juta poundsterling (Rp 1,26 triliun). Sebagian besar klub besar Eropa menunggu hingga 2022 untuk menggaet Haaland.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement