Kamis 21 Oct 2021 17:24 WIB

Sebulan Lagi Naik Ring, Daud Yordan Rutin Sparing

Ia akan melawan petinju Thailand Rachata Khaophimaiyang di Pattaya, Thailand.

Petinju Daud Yordan melakukan selebrasi usai mengalahkan petinju Afrika Selatan Michael Mokoena dalam pertandingan perebutan gelar juara dunia tinju kelas ringan super 63,50 kilogram versi International Boxing Association (IBA) dan World Boxing Organization (WBO) di Batu, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.
Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto
Petinju Daud Yordan melakukan selebrasi usai mengalahkan petinju Afrika Selatan Michael Mokoena dalam pertandingan perebutan gelar juara dunia tinju kelas ringan super 63,50 kilogram versi International Boxing Association (IBA) dan World Boxing Organization (WBO) di Batu, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Daud Yordan terus menggenjot persiapan yang salah satunya dengan cara memperbanyak latih tanding melawan sejumlah petinju terbaik di dalam negeri. Persiapan ini dilakukan untuk duel perebutan gelar juara WBC International kelas ringan super (63,5kg) melawan petinju Thailand Rachata Khaophimaiyang akan diadakan di Pattaya, Thailand, 19 November 2021.

Saat ini, petinju kebanggaan Indonesia itu berlatih di sasana XBC Boxing Camp, Tangerang Selatan, Banten. Dalam persiapannya, Daud mendapat bala bantuan dari sejumlah petinju seperti Ongen Saknosiwi, Jansen Hebi Marapu, Stevie Ongen Ferdinandus, dan Jon Jon Jet.

"Kami berlatih dibantu petinju yang ada di sana XBC Boxing Camp. Ongen juga membantu menjadi mitra latih tanding. Mereka sangat membantu dalam masa-masa persiapan saya," kata Daud, Kamis (21/10).

Dengan memperbanyak latih tanding, sambung Daud, dia akan menambah pengalaman dan mempertajam strategi dalam duel nanti.

"Jadi ada banyak mitra latih tanding yang membantu dan saya terus fokus mempersiapkan diri," ujar Daud.

Daud juga mendapat bimbingan dari pelatih Edin Diaz yang kerap membantu persiapan pada laga-laga sebelumnya. Petinju 34 tahun itu sangat menantikan pertandingan nanti. Maklum, ini akan kali pertama setelah dua tahun lamanya tak naik ring. Terlebih gelar yang diperebutkan nanti pernah dia sandang, tepatnya saat mengalahkan petinju Thailand Aekkawee Kaewmaneedi Bone Night Club, Pattaya, 4 Agustus 2019.

Namun karena pandemi Covid-19, gelar WBC International dicopot. Kini, Daud bertekad kembali membawa pulang sabuk juara tersebut.

"Karena saya pernah memegang gelar itu, jadi prioritas juga apabila diperebutkan kembali," kata Daud.

Petinju asal Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat itu meminta doa dan dukungan seluruh masyarakat Indonesia.

"Tentunya saya mengharapkan doa dan dukungan dari masyarakat Indonesia agar memenangi pertandingan nanti," kata dia.

"Terlebih kali ini bertanding di kandang lawan. Tentu kami harus mengantisipasi faktor-faktor non-teknis. Dalam tinju, segala sesuatunya bisa saja terjadi," tambah dia.

Daud masih berstatus pemegang gelar juara dunia kelas ringan super (63,5kg) versi IBA dan WBO Oriental. Dua gelar tersebut diraih pada laga terakhirnya melawan petinju asal Afrika SelatanMichael Mokoenadi Jatim Park 3, Batu, Jawa Timur, 17 November 2019.

"Saya masih memegang dua gelar tersebut meski lama tak bertanding. Manajemen terus berkomunikasi dan ada pemakluman karena kondisi masih pandemi Covid-19," kata Daud.

Sepanjang karier tinju profesional, Daud telah mengantongi rekor 40 menang (28 KO) dan empat kali kalah. Sementara Rachata Khaophimai tak terkalahkan dalam tujuh pertandingan sepanjang karier tinju profesionalnya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement