Senin 08 Nov 2021 08:36 WIB

Djokovic Juarai Paris Masters 2021 Seusai Jinakkan Medvedev

Djokovic membalas kekalahannya pada final US Open dari Daniil Medvedev.

Novak Djokovic mencium trofi juara Paris Masters 2021. Djokovic juara setelah mengalahkan Daniil Medvedev di final.
Foto: EPA-EFE/CHRISTOPHE PETIT TESSON
Novak Djokovic mencium trofi juara Paris Masters 2021. Djokovic juara setelah mengalahkan Daniil Medvedev di final.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Novak Djokovic berjaya pada ajang Paris Masters 2021. Nole, sapaannya, memenangi gelar keenamnya di turnamen ini sekaligus memperpanjang rekor di Paris dan rekor gelar Masters ke-37 dengan menaklukkan Daniil Medvedev 4-6 6-3 6-3 dalam pertandingan yang berakhir Senin (8/11) dini hari WIB di Palais Omnisports de Paris-Bercy. Nole membalaskan kekalahan di final US Open dari Medvedev, meski ia menegaskan tak lagi memikirkan itu.

"Sejujurnya, saya sudah menutup babak (New York) itu. Saya tidak menyesalinya, sungguh. Saya tidak menghabiskan hari-hari dengan menderita karena saya tidak memenangi kalender grand slam tahun ini," kata Djokovic dikutip dari Reuters.

Baca Juga

Djokovic berpeluang mencetak rekor menyapu bersih gelar grand slam dalam setahun kalender. Namun upayanya digagalkan Medvedev pada turnamen terakhir, yakni US Open. Djokovic tak mau menyesalinya terlalu lama.

"Saya sangat lega bahwa kalender, musim Grand Slam telah selesai, karena saya merasakan tekanan yang luar biasa tidak seperti apa pun yang saya rasakan dalam hidup saya. Jadi itu adalah pengalaman yang menarik, dan saya sangat puas dengan cara saya bermain di Grand Slam, tiga kemenangan dan satu final. Maksud saya, ada lebih banyak hal positif untuk disyukuri dan dilihat daripada hal negatif," kata dia.

Djokovic sekarang akan mengarahkan fokusnya ke ATP Finals yang akan berlangsung pada 14-21 November di Turin, di mana dia akan berusaha untuk menyamai rekor enam gelar yang dipegang Roger Federer di acara akhir musim itu.

Perlawanan ketata

Petenis Serbia ini membutuhkan waktu untuk mematahkan pertahanan kokoh Medvedev. Namun ia tak terbendung begitu menemukan celah. Djokovic berusaha menghindari mengakhiri musim tanpa gelar Masters untuk pertama kalinya sejak 2017 dan terus fokus untuk menyelesaikan misinya.

Dua bulan setelah Medvedev menggagalkan Djokovic untuk memecahkan rekor gelar tunggal putra Grand Slam ke-21 di Flushing Meadows, petenis Rusia itu berharap bisa mengunci lawannya lagi. Medvedev melakukan break pada gim pembuka saat Djokovic melakukan sejumlah kesalahan sendiri. 

Petenis nomor satu dunia itu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 tetapi Medvedev mencuri servisnya lagi untuk naik 4-3 dengan pukulan backhand di depan net. Medvedev kemudian menahan servis dua kali untuk mengantongi set pertama ketika Djokovic membalas dengan reli panjang. Namun, petenis Serbia itu membalikkan keadaan pada set kedua, unggul 3-1 saat Medvedev melakukan pukulan backhand ke net. Djokovic menyelamatkan break point pada kedudukan 5-3. Ia akhirnya membawa pertandingan menjadi set penentuan pada set point ketiganya.

Djokovic mematahkan servis untuk kedudukan 3-2 berkat tiga kesalahan sendiri yang dilakukan Medvedev dan mencuri servis lawannya lagi untuk naik 5-2. Djokovic memberi Medvedev terlalu banyak ruang dan petenis Rusia itu membalas, tetapi energinya habis dan dia menyerah pada servisnya di gim berikutnya.

Medvedev mengeluh telah diganggu oleh seorang penonton yang membuat kegaduhan di antara kerumunan. "Saya marah karena krusial, momen krusial, 5-2 untuknya, double break, bahkan jika saya berhasil mendapatkan break kembali, kita semua tahu bahwa melawan Novak sulit untuk benar-benar bangkit dari skor ini," kata Medvedev.

"Saya marah karena itu tidak bagus, dan itu dilakukan dengan sengaja. Beberapa penonton, mereka baru saja memasuki pertandingan dan Anda bisa merasakannya. Anda sedang bersiap-siap untuk melakukan servis, mereka seperti, Allez, Novak, atau Allez, Daniil. Namun Anda bisa merasakan bahwa mereka tidak ikut dalam permainan. Ini dilakukan, ketika saya sudah melakukan lemparan, dilakukan oleh seorang penonton Serbia. Saya harap dia tidak menonton tenis lagi."

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement