Senin 06 Dec 2021 12:47 WIB

Kualifikasi FIBA World Cup, Timnas Koordinasi dengan IBL

Timnas basket putra menjalani window dua kualifikasi FIBA World Cup pada Februari.

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah
Para pemain timnas basket putra Indonesia saat melawan Lebanon di FIBA World Cup 2023 Qualifiers.
Foto: FIBA ASIA
Para pemain timnas basket putra Indonesia saat melawan Lebanon di FIBA World Cup 2023 Qualifiers.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kualifikasi FIBA World Cup 2023 window pertama sudah dilalui timnas Indonesia. Dua kali melawan Lebanon, dua kali kekalahan didapat Indonesia dalam pertandingan yang digelar di Zouk Mikael Arena, Lebanon, dalam penyisihan Grup C. Tim asuhan Rajko Toroman takluk 38-96 pada pertemuan pertama dan 64-110 pada laga kedua.

 

Baca Juga

Hasil ini membuat Indonesia berada di posisi keempat Grup C dengan poin 2. Sementara Lebanon melejit di puncak klasemen dengan empat angka. Sedangkan Arab Saudi dan Yordania berada di urutan kedua dan ketiga dengan masing raihan 3 poin.

 

Timnas bertekad bangkit pada window kedua yang rencananya digelar pertengahan Februari 2022 mendatang. Indonesia akan melawan Arab Saudi pada 24 Februari dan Yordania, tiga hari berselang. Masalahnya, dalam waktu tersebut, jadwalnya berdekatan dengan IBL Pertamax 2022. Sehingga para pemain timnas diperkirakan dibutuhkan klub untuk tampil di ajang liga basket tertinggi di Tanah Air.

 

Manajer timnas basket putra Maulana Fareza Tamrela saat acara jumpa pers virtual dengan media Ahad (5/12) mengungkapkan, akan melakukam koordinasi dengan IBL maupun klub agar pemain timnas dapat bergabung untuk berlatih bersama dan bisa ikut tampil di window kedua nanti.

 

"Jadwal window dua sepertinya mepet dengan IBL. Oleh sebab itu kita akan koordinasi dengan IBL dan klub. Kita ingin pemain bisa bergabung untuk latihan bersama sebelum tampil di window kedua nanti," ujar Mocha, sapaan akrab Maulan Fareza Tamrela.

 

Kekalahan dari Lebanon dianggap wajar. Sebab, kualitas Lebanon memang di atas Indonesia. Selain itu, dua pemain kunci Indonesia yakni pemain naturalisasi Lester Prosper dan Arki Dikania Wisnu tidak bisa bermain karena covid-19.

 

Arki sebelum keberangkatan ke Lebanon dinyatakan positif berdasarkan hasil test usap PCR, sehingga tidak dapat berangkat ke Lebanon. Sementara Lester Prosper, dinyatakan positif saat kedatangan di Lebanon. Absennya Lester membuat timnas kurang bisa membendung serangan di bawah ring pemain Lebanon.

photo
Pebasket timnas basket putra Indonesia Arki Dikania Wisnu (kiri). (Antara/M Risyal Hidayat)

 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement