Senin 17 Jan 2022 06:58 WIB

Tekad AC Milan Rebut Puncak Klasemen dari Tangan Inter Milan

AC Milan saat ini hanya selisih satu poin dari Inter di posisi pertama klasemen.

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Endro Yuwanto
Pelatih AC Milan Stefano Pioli. Pioli bisa lebih fokus mengejar Inter Milan di puncak klasemen Serie A Italia mengingat jarak poin timnya terbilang jauh dari klub-klub lain.
Foto: Republika.
Pelatih AC Milan Stefano Pioli. Pioli bisa lebih fokus mengejar Inter Milan di puncak klasemen Serie A Italia mengingat jarak poin timnya terbilang jauh dari klub-klub lain.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- AC Milan masih berusaha menggeser rival sekotanya, Inter Milan, demi satu posisi di puncak klasemen Seri A Liga Italia musim 2021/2022. Misi merebut singgasana posisi tertinggi itu akan dilanjutkan Milan pada pekan ke-22 saat menjamu Spezia di San Siro, Selasa (18/1) dini hari WIB.

Saat ini, skuad Rossoneri masih menduduki peringkat kedua klasemen dengan 48 poin atau selisih satu poin dari Inter di peringkat pertama. Satu kemenangan sudah lebih dari cukup untuk menyikut rival sekota, jika Inter kalah saat berhadapan dengan Atalanta, Senin (17/1) dini hari WIB.

Baca Juga

Sudah lebih dari satu dekade AC Milan tidak pernah merasakan trofi scudetto. Milan hampir mendapatkannya musim lalu, namun lagi-lagi Inter menjadi aktor utama dari kegagalan tim besutan Stefano Pioli itu merebut gelar juara.

Saat ini, Pioli bisa lebih fokus mengejar Inter mengingat jarak poin timnya terbilang jauh dari klub-klub lain. Pengintai terdekat adalah Napoli di peringkat ketiga dengan selisih lima poin. Jika mampu menjaga performa, bukan tak mungkin Milan bisa segera menuntaskan misi menggeser Nerazzuri.

Sejauh ini, Milan terbilang berada di atas angin karena mempertahankan rekor tiga kemenangan beruntun di laga terakhir Seri A. Rossoneri juga baru merebut hasil maksimal saat menumbangkan Genoa di babak 16 besar Coppa Italia, akhir pekan lalu.

Kendati demikian, hal itu tidak membuat Pioli puas. Ia justru menyampaikan kritik kepada anak buahnya karena masih melakukan kesalahan di beberapa lini.

"Kami tidak maksimal secara mental di lapangan. Untung saja kami bisa bangkit. Memang ada aspek positif, tapi masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan," kata Pioli dikutip dari Sempre Milan, Ahad (16/1).

Di satu sisi, Pioli harus memutar otak karena timnya tidak akan diperkuat delapan pemain, yakni Alessio Romagnoli, Pietro Pellegri, Fikayo Tomori, dan Simon Kjaer, akibat cedera. Sementara, Sandro Tonali bakal absen karena sanksi larangan bertanding.

Kemudian, ada tiga pemain yang sedang bertugas membela negara masing-masing di Piala Afrika 2021. Mereka adalah Ismael Bennacer, Fode Ballo-Toure, dan Franck Kessie.

Namun, Pioli tetap bisa mempercayakan lini depan kepada sosok Zlatan Ibrahimovic. Bomber veteran asal Swedia itu akan didampingi oleh Brahim Diaz, Rafael Leao, dan Alexis Saelemaekers.

Walaupun terlihat lebih unggul di atas kertas, Milan tidak bisa meremehkan kekuatan yang dimiliki Spezia. Pasalnya, lima kemenangan Spezia musim ini didapat dari tiga laga kandang kontra tim besar.

Tim besutan Thiago Motta itu pernah mengalahkan Napoli pada akhir Desember 2021 lalu. Spezia juga pernah menumbangkan Milan dengan skor 2-0 pada musim 2020/2021 lalu di San Siro. Melirik catatan ini, sudah jelas bahwa Spezia bukanlah lawan yang ringan bagi Milan.

Terlebih lagi, beberapa pemain Spezia yang sempat terpapar Covid-19 sudah pulih. Ini membuat Motta bisa menurunkan kekuatan penuh menghadapi sang lawan. Tim tamu diprediksi bakal menerapkan pola 4-4-1-1 dengan menempatkan Daniele Verde di belakang M'Bala Nzola yang menjadi tumpuan lini depan tim sejak awal musim.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement