REPUBLIKA.CO.ID, LONDON--Chelsea akan memulai perjalanannya di babak sistem gugur Liga Champions menjamu Lille di Stadion Stamford Bridge, Rabu (23/2) dini hari WIB. The Blues akan bertindak sebagai tuan rumah di leg pertama 16 besar. Sang juara bertahan tentu favorit keluar sebagai pemenang.
Pasalnya, performa Lilla musim ini sedang kurang baik. Mereka duduk di urutan ke-11 klasemen Ligue 1. Pencapaian yang kontras dari musim lalu dimana mereka keluar sebagai kampiun.
Adapun Chelsea masih berada di jalur perburuan gelar Liga Inggris. Peluang Lille mempertahankan gelar sangat tipis setelah sejumlah pemain kunci dan pelatih mereka hengkang.
Chelsea baru saja mengangkat tropi Piala Dunia Antarklub setelah mengalahkan Palmeiras 2-1 di Abu Dhabi. Dan gol di menit akhir Hakim Ziyech ketika menang atas Crystal Palace di Liga Inggris merupakan modal bagus jelang pertemuan melawan Lille.
Mungkin minggu-minggu ini berpotensi menjadi momen menentukan bagi Chelsea. Selain Liga Champions, mereka akan menghadapi Liverpool di final Piala Carabao di Stadion Wembley akhir pekan nanti. Namun pelatih Chelsea Thomas Tuchel masih banyak pekerjaan rumah dalam tubuh timnya.
Seperti pendapat James Robson dari Standar yang menguraikan tiga masalah utama yang harus dipecahkan Tuchel jelang pertandingan melawan Lille. Pertama tentang Ziyech.
Pemain Internasional Maroko tersebut menjadi pemain kunci sekaligus penentu kemenangan atas Crystal Palace. Tuchel perlu memanfaatkan momen bagus Ziyech agar performa bagusnya saat melawna Palace kembali diperlihatkan melawan Lille.
Secara umum, Ziyech terbukti berpengaruh seperti pemain depan Chelsea lainnya akhir-akhir ini. Menurut Robson kuncinya adlah sistem apa yang harus dimainkan agar mendapatkan kemampuan terbaik dari mantan pemain Ajax Amsterdam tersebut.
Ziyech menurut Robson lebih menyukai di pasang sebagai pemain sayap yang lebih ortodoks dengan formasi empat bek. Itu lebih baik daripada dia bermain lebih jauh ke dalam saat Tuchel menggunakan bek sayap untuk ikut menyerang.
Kemudian Tuchel juga perlu melakukan cara agar kekuatan Romelu Lukaku. Pemain Internasional Belgia tersebut dipandang kurang berkontribusi ketika melawan Palace. Namun rasanya tak adil jika kesalahan hanya ditumpahkan kepadanya.
Chelsea sendiri tahu tipe striker yang mereka rekrut dan terserah Tuchel untuk menemukan solusi agar mendapatkan yang terbaik dari seorang Lukaku.
Jika dia memiliki peluang untuk menemukan kembali performa yang mengantarkan Inter Milan meraih Scudetto musim lalu maka Chelsea harus memberinya banyak sevis.
Lukaku hanya perlu mendapatkan sevis di dalam kotak penalti dan dia pasti akan mencetak gol. Menurut Robson Chelsea masih terlalu lambat memberikan servis kepada Lukaku dan memanfaatkan kualitas sang pemain sepenuhnya.
Lalu yang ketiga Tuchel perlu menemukan kembali cara bermain dengan pertahanan yang kuat. Chelsea dinilai perlu menemukan kekuatan itu kembali seperti musim lalu.
Ketika itu lawan sedikit mempunyai celah untuk menerobos ke pertahanan Chelsea karena Tuchel mengubah timnya menjadi salah satu yang paling kejam di Eropa.
Mereka telah kehilangan aura itu musim ini. Hasil imbang 3-3 melawan Zenit di pertandingan terakhir penyisihan grup adalah contoh nyata hilangnya aura tersebut.
Tambahannya Tuchel harus bisa menjadikan lagi Jorginho seperti musim lalu yang energik. Itu wajib dilakukan jika ingin Tuchel mempertahankan gelar Liga Champions.
Tuchel tak bisa memainkan beberapa pemain pentingnya. Reece James dan Ben Chilwell dipastikan absen karena cedera. Adapun kapten mereka Cesar Azpilicueta diragukan turun di laga penting tersebut.