Kamis 12 May 2022 10:49 WIB

Timnya Dibantai 1-5, Bek Wolves Akui Manchester City Terlalu Kuat untuk Dihadapi

City mendominasi sejak menit awal.

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Gilang Akbar Prambadi
Pemain Manchester City Kevin De Bruyne, tengah, mencetak gol ketiganya selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Wolverhampton Wanderers dan Manchester City di stadion Molineux di Wolverhampton, Inggris, Kamis (12/5/2022).
Foto: AP/Rui Vieira
Pemain Manchester City Kevin De Bruyne, tengah, mencetak gol ketiganya selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Wolverhampton Wanderers dan Manchester City di stadion Molineux di Wolverhampton, Inggris, Kamis (12/5/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, WOLVERHAMPTON -- Penyerang Wolverhampton Wanderers (Wolves) Chiquinho mengakui Manchester City terlalu kuat untuk ditaklukkan. Wolves pun harus menyerah 1-5, dari City dalam pertandingan Liga Inggris, di Stadion Molineux, Kamis (12/5/2011) dini hari WIB.

Meski timnya dibobol lima gol namun Wolves tak pernah menyerah melawan City. Chiquinho yang dipasang sebagai bek sayap kanan cukup efektif meneror sisi kiri pertahanan City yang dikawal Oleksandr Zinchenko.

Baca Juga

“Itu pertandingan yang sangat sulit. Kami mencoba segalanya untuk memenangkan pertandingan, tetapi mereka adalah tim yang kuat dan mereka telah membuktikan di lapangan bahwa mereka lebih baik dari kami," ujarnya dilansir dikutip dari laman resmi klub.

Ia mengatakan, Wolves menyambut pertandingan dengan mentalitas memenangkan pertandingan. Namun ketika permainan dikendalikan tim lawan Wolves sulit keluar dari kendali mereka.

Lalu ia bicara mengenai benturan dengan Zinchenko. Menurutnya seharusnya mendapatkan penalti karena dia menyentuhnya terlebih dahulu. Oleh karena itu ia tak mengerti mengapa wasit tidak memberikan penalti.

Kendati demikian Chiquinho mengakui Zinchenko pemain bagus dan telah mencoba mengalahkannya. Namun City berada di level tinggi. Ia mengatakan Wolves harus berlatih lebih keras agar bisa satu level dengan City.

Ia mengatakan, dirinya merasakan emosi karena banyak penggemar menyaksikan. Banyaknya fan di lapangan membuatnya sulit berkonsentrasi dalam permainan."Tapi itu pertandingan yang bagus untuk saya dan kami harus mencoba lagi di pertandingan berikutnya," katanya.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement