Rabu 15 Jun 2022 13:55 WIB

Inggris Dibantai Hungaria, Southgate Jadikan Evaluasi Jelang Piala Dunia

Hungaria mengalahkan Inggris 4-0 di Grup A3 UEFA Nations League.

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Israr Itah
Pelatih timnas Inggris Gareth Southgate.
Foto: EPA-EFE/Ronald Wittek
Pelatih timnas Inggris Gareth Southgate.

REPUBLIKA.CO.ID, WOLVERHAMPTON -- Inggris menelan kekalahan terburuk mereka dalam 90 tahun terakhir saat dibantai Hungaria 0-4 dalam ajang UEFA Nations League, Rabu (15/6/2022) dini hari WIB. Inggris terakhir kali kalah telak pada 1928 saat dibungkam Skotlandia 5-1. 

Hasil ini juga membuat Inggris mengakhiri jeda internasional dengan hanya mencetak satu gol dalam empat pertandingan, itu pun melalui tendangan penalti Harry Kane ke gawang Jerman.

Baca Juga

"Kami tidak banyak kalah dalam pertandingan sepak bola dan ketika Anda kalah begitu banyak, terutama di kandang sendiri, dengan Inggris, itu akan sangat menyakitkan. Ini malam teguran," kata Southgate, dikutip dari BBC, Rabu (15/6).

Inggris hancur lebur dalam ajang UEFA Nations League kali ini, setelah hanya berada di peringkat empat di Grup A3. Padahal, sebelumnya Harry Kane cs berhasil membawa Inggris mencapai semifinal Piala Dunia 2018 dan final Euro 2020. Namun Southgate mengatakan kalau ia telah melihat mana sisi positif yang bisa diambil dan hal apa yang membuatnya gagal sebagai sebuah tim.

"Ini malam yang sulit. Para pendahulu saya mengalami malam seperti ini. Saya telah menyaksikan mereka dari sofa sebagai seorang anak dan menonton sebagai pemain, saya mengenali masa-masa sulit itu," ujar Southgate.

Namun, ia menegaskan hal seperti ini adalah bagian dari sepak bola. Ia dan para pemainnya hanya perlu terus melangkah.

Southgate juga menyatakan rasa bangga kepada para pemainnya. Southgate meminta publik realistis kalau ia tak bisa menurunkan tim terbaik dengan jadwal empat pertandingan dalam 10 hari. Baginya, laga ini bak pemanasan sekaigus evaluasi kekuatan menuju Piala Dunia 2022 yang jadi target utama. 

“Tanggung jawab ada pada saya untuk itu. Sulit untuk mengeluarkan tim terkuat di setiap pertandingan, jadi kami menggunakannya untuk mempersiapkan diri menuju Qatar. Tentu saja malam seperti malam ini sangat sulit dan penting bagi saya untuk melepaskannya dari pundak mereka karena itu sepenuhnya tergantung pada saya," kata Southgate.

Di sisi lain, pelatih Hungaria Marco Rossi percaya level Inggris tetap berada di atas timnya. Bahkan ia yakin Inggris akan memberikan tontonan yang menarik di Piala Dunia 2022 nanti. "Saya yakin tentang itu," ucap Rossi. 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement