Jumat 08 Jul 2022 05:57 WIB

Pelatih Persib Anggap Piala Presiden Bukan Patokan Kekuatan Lawan di Kompetisi

Persib mengalihkan fokus untuk kompetisi Liga 1 2022/2023.

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Israr Itah
Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts.
Foto: Dok. Persib Bandung
Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persib Bandung telah tersingkir dari Piala Presiden 2022. Langkah Maung Bandung hanya sampai babak delapan besar. Kini, Persib mengalihkan fokus untuk kompetisi Liga 1 2022/2023.

Pelatih Persib Robert Rene Alberts mengutarakan pendapatnya soal peta persaingan kompetisi nanti. Menurutnya, Piala Presiden atau turnamen pramusim lainnya tidak bisa menjadi patokan untuk kompetisi nanti.

Baca Juga

"Kalian tahu apa yang saya pikirkan tentang Piala Presiden. Kami masih di masa pramusim. Jika melihat ke belakang, tim yang memenangi turnamen pramusim, coba lihat di mana mereka mengakhiri musim kompetisi," kata Robert.

Sejak Piala Presiden dimainkan pada 2015 lalu, baru Persija yang menjadi double winner dengan memenangkan Piala Presiden 2018 dan Liga 1 2018. Robert mengatakan, seharusnya tim memanfaatkan turnamen pramusim untuk membangun tim.

"Kamu tidak bisa membandingkan tim yang bermain all out di Persija dan penampilan di liga. Contohnya adalah Persija, mereka tidak bermain habis-habisan di Piala Presiden dan memilih untuk membangun tim, yang mana itu seharusnya dilakukan di pramusim," kata Robert.

Robert mengatakan masa pramusim ini bisa dimanfaatkan tim untuk fokus dengan tujuan di pramusim tersebut. Seperti membangun tim maupun mematangkan persiapan untuk kompetisi.

"Itu yang perlu dilihat dari tim lain karena bahwa tidak habis-habisan di Piala Presiden dan ada pula yang timnya belum lengkap sepenuhnya. Jadi tidak bisa membandingkan Piala Presiden dengan liga, itu sepenuhnya berbeda" kata Robert.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement