Sabtu 07 Jan 2023 14:10 WIB

Mengapa Pelatih Vietnam Begitu Agresif Menunjukkan Ketidaksukaan kepada Shin Tae-yong?

Sebagai senior, Park Hang-seo diduga iri dengan prestasi Shin Tae-yong.

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Gilang Akbar Prambadi
Pelatih Timnas Vietnam, Park Hang-seo (kanan) saat konferensi pers usai pertandingan melawan Indonesia di semifinal Piala AFF 2022, Jumat (6/1/2023).
Foto: Republika/Afrizal Rosikhul Ilmi
Pelatih Timnas Vietnam, Park Hang-seo (kanan) saat konferensi pers usai pertandingan melawan Indonesia di semifinal Piala AFF 2022, Jumat (6/1/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Drama pelatih Vietnam Park Hang-seo dengan pelatih Indonesia Shin Tae-yong kembali berlanjut usai pertandingan leg pertama semifinal Piala AFF di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (6/1/2023). Park enggan bersalaman dengan Shin usai laga. Sikap ini jelas menunjukkan ada perang dingin antar pelatih asal Korea Selatan ini.

Rivalitas tinggi antara keduanya memang tinggi sejak Shin menjadi pelatih Indonesia. Park yang reaktif dan agresif dalam berkomentar membuat pertemuan Vietnam melawan Indonesia selau berlangsung panas dan tegang baik di luar maupun dalam lapangan.

Baca Juga

Sikap Park tak ingin bersalaman dengan Shin memang sudah terjadi sejak SEA Games 2021. Tetapi Park enggan mengungkapkan alasannya tak mau mengulurkan tangannya ke Shin usai pertandingan karena masalah pribadi.

“Memang ada beberapa alasan pribadi kenapa saya tidak jabat tangan dengannya,” kata Park usai pertandingan di GBK, kemarin.

Berbeda dengan Park, Shin lebih kalem. Ia menanggapi santai atasi sikap Park yang enggan bersalaman usai pertandingan. Ia bahkan meminta awak media meminta jawaban mengapa Park enggan bersalaman.

Pertandingan yang berakhir imbang tanpa gol membuat Shin tetap belum pernah menang atas Vietnam asuhan Park. Dengan demikian Vietnam asuhan Park tak pernah kalah dari Indonesia di era kepelatihan Shin di semua kompetisi.

Kedua pelatih ini mempunyai jejak karier kepelatihan yang cukup panjang di sepak bola Korsel. Park pernah menjadi pelatih Gyeongnam FC di level klub. Ia juga tercatat menjadi pelatih Chunnam Dragons, Sangju Sangmu, dan Changwon FC. Di level timnas ia hanya pernah menjadi asisten pelatih Korsel dan Korsel U-23.

Reputasi Park masih kalah dari Shin yang pernah menjadi pelatih kepala Korsel dan memimpin tim di Piala Dunia 2014. Shin juga menjadi pelatih kepala Korsel U-20 dan U-23. Di level klub ia memimpin klub Seongnam.

 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement