Rabu 25 Jan 2023 17:07 WIB

Rio Ferdinand Akui Telah Salah Menilai Mykhailo Mudryk

Mudryk tampil impresif dalam debutnya bersama Chelsea.

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Israr Itah
Trent Alexander-Arnold (kiri) berebut bola dengan Mykhailo Mudryk (kanan) pada pertandingan sepak bola Liga Utama Inggris antara Liverpool FC dan Chelsea FC di Liverpool, Inggris,Sabtu (21/1/2023).
Foto: EPA-EFE/Peter Powell
Trent Alexander-Arnold (kiri) berebut bola dengan Mykhailo Mudryk (kanan) pada pertandingan sepak bola Liga Utama Inggris antara Liverpool FC dan Chelsea FC di Liverpool, Inggris,Sabtu (21/1/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Mantan pemain Manchester United (MU) Rio Ferdinand mengaku telah salah  menilai Mykhail Mudryk sebelum sang winger memulai pertandingan pertama bersama Chelsea. Semua berubah ketika Mudryk beraksi di atas lapangan hijau.

"Semua orang di studio saling memandang dan berkata '80 juta pounds untuk apa? Berapa banyak yang dihabiskan?'," kata Rio Ferdinand menjelaskan kepada YouTube Five dilansir Football London, Rabu (25/1/2023).

Baca Juga

Mudryk masuk sebagai pemain pengganti pada babak kedua saat timnya Chelsea berhadapan melawan Liverpool pada lanjutan Liga Primer Inggris akhir pekan kemarin. Meski laga berkesudahan imbang tanpa gol Mudryk sejatinya tampil impresif sebagai pemain pengganti sekaligus berhasil menebar ancaman ke gawang the Anfield Gank.

"Saya harus mengatakan bahwa ia memberikan dampak positif bagi tim," kata Ferdinand.

Pemain yang didatangkan dari Shakhtar Donetsk dengan banderol 80 juta pounds cukup membuat banyak pundit sepak bola Inggris bertanya. 

Awalnya, Mudryk diprediksi bakal kesulitan beradaptasi dengan tim Graham Potter dan juga kompetisi sepak bola Liga Primer Inggris.

Namun tudingan miring tersebut dijawab dengan penampilan pemain di atas lapangan. Mudryk berhasil membuat James Milner kewalahan saat mengawal aksinya. Pelatih Liverpool Jurgen Klopp sampai harus menarik Milner keluar.

Terlebih dalam enam pekan terakhir...

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement