Sabtu 28 Jan 2023 18:35 WIB

Irwansyah: Saya akan Tetap Dampingi Pemain di Partai All Indonesian Final

Tak ada pengarahan pada Jojo atau Chico karena siapapun yang menang tetap Indonesia.

Rep: Fitriyanto/ Red: Endro Yuwanto
Penonton menyaksikan pertandingan tunggal putra Indonesia Chico Aura Dwi Wardoyo melawan tunggal putra Hong Kong Ng Ka Long Angus pada babak semifinal Daihatsu Indonesia Masters 2023 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (25/1/2023). Chico berhasil lolos ke babak final usai mengalahkan tunggal putra Hong Kong dengan skor 17-21, 27-25, dan 22-20. Chico akan meladeni sesama pemain Indonesia, Jonatan Christie, di partai final.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Penonton menyaksikan pertandingan tunggal putra Indonesia Chico Aura Dwi Wardoyo melawan tunggal putra Hong Kong Ng Ka Long Angus pada babak semifinal Daihatsu Indonesia Masters 2023 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (25/1/2023). Chico berhasil lolos ke babak final usai mengalahkan tunggal putra Hong Kong dengan skor 17-21, 27-25, dan 22-20. Chico akan meladeni sesama pemain Indonesia, Jonatan Christie, di partai final.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih kepala tunggal putra Pelatnas Cipayung Jakarta Timur, Irwansyah, tak henti mengucap syukur, saat jumpa pers usai anak didiknya memastikan All Indonesian Final di turnamen bulu tangkis Indonesia Masters 2023. Wakil tuan rumah sektor tunggal putra benar-benar memanfaatkan absennya Victor Axelsen yang biasanya selalu menjadi momok.

Dua pemain Indonesia Jonatan Christie dan Chico Dwi Wardoyo mampu lolos ke final menciptakan All Indonesian Final dan memastikan gelar juara.

Baca Juga

Chico lolos ke final Indonesia Masters 2023 setelah di babak semifinal yang digelar Sabtu (28/1/2023) di Istora Senayan Jakarta mengalahkan wakil Hongkong Ng Ka Long Angus dengan skor 17-21, 27-25, dan 22-20 dalam waktu 83 menit. Sementara Jonatan Christie mengalahkan Shi Yu Qi dari Cina juga dengan tiga gim, 21-13, 15-21, dan 21-19.

"Alhamdulillah, sejauh ini dikasih rezeki sama Allah, dua tunggal masuk final, suatu kebanggaan, terima kasih doa dan dukungan. Biasanya Koh Herry IP dan Coach Aryono (pelatih ganda putra) yang sering menorehkan All Indonesia Final. Hal itu bikin kami bangga karena untuk Indonesia." ujar Irwansyah. "Saya yakin walau beda sektor pasti semua bangga dengan pencapaian ini."

Jika Coach Herry IP dan Coach Aryono lebih memilih ngopi ketimbang menyaksikan laga sesama pemain pelatnas di final, Irwansyah justru akan tetap mendampingi kedua pemainnya besok yang akan berduel di laga puncak.

"Besok tetap lihat main mereka langsung, walau keduanya pemain saya, harus lihat apa kelebihan dan kekurangan agar mereka bisa lebih maju lagi. Hanya mencatat saja, tidak ada pengarahan kepada Jojo atau Chico. Karena siapapun yang menang tetap Indonesia," kata Irwansyah.

Absennya Axelsen tetap sama menurut Irwansyah. "Waktu dia (Axelsen) bilang gak jadi main di Istora, gak ada masalah. Kalau dia main juga gak masalah, pemain kita juga mau mengalahkannya. Ada atau tidak Axelsen tidak masalah, pemain lain juga bagus peluangnya tetap ada," tegas dia.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement