Jumat 17 Feb 2023 09:01 WIB

Mourinho Sebut Faktor Keberuntungan Jadi Alasan Kekalahan Roma dari RB Salzburg

Roma takluk 0-1 dari RB Salzburg pada playoff 16 besar Liga Europa.

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Israr Itah
Pertandingan AS Roma vs RB Salzburg pada playoff Liga Europa.
Foto: AP Photo/Petr David Josek
Pertandingan AS Roma vs RB Salzburg pada playoff Liga Europa.

REPUBLIKA.CO.ID, SALZBURG -- AS Roma pulang dari lawatan ke markas RB Salzburg dengan kekecewaan. Pada leg pertama playoff 16 besar Liga Europa tersebut, Roma menyerah 0-1 dari Die Roten Bullen, Jumat (17/2/2023) dini hari WIB.

Kekalahan di Stadion Red Bull Arena itu pun terasa begitu menyakitkan buat tim besutan Jose Mourinho. Pasalnya, AS Roma terbukti mampu menguasai laga dan menciptakan sejumlah peluang emas, termasuk saat bola hasil sundulan Bryan Cristante membentur mistar gawang.

Baca Juga

Roma justru kebobolan saat laga telah menginjak menit ke-88. Adalah gol tandukan Nicolas Capaldo usai memanfaatkan umpan Strahinja Pavlovic, yang mampu merobek gawang I Giaollorossi. Gol itu sudah cukup membuat Roma tertinggal agregat 0-1 dari klub asal Austria tersebut.

Pelatih Roma Jose Mourinho menilai, Salzburg berhasil memanfaatkan semua kemampuan yang mereka miliki untuk bisa meraih kemenangan pada laga ini. Namun, pelatih yang menjuluki dirinya sendiri The Special One itu juga menegaskan soal faktor keberuntungan dalam kemenangan Salzburg tersebut.

"Salzburg berhasil menampilkan permainan mereka. Mereka hanya berusaha untuk tidak kalah di laga ini, dan akhirnya, dengan sedikit keberuntungan. Saya tidak bisa katakan, laga ini menjadi laga yang gila buat kami, hanya sekadar tidak beruntung,'' ujar Mourinho seperti dilansir laman resmi UEFA, Jumat (17/2/2023).

Mantan pelatih Chelsea itu pun menyatakan, sejarah telah membuktikan tim yang berhasil mendominasi dan mengendalikan permainan tidak selalu berakhir sebaai pemenang. Bahkan, tim tersebut justru kecolongan gol dan mengalami kekalahan.

Terlepas dari keberuntungan tim tuan rumah dalam laga tersebut, Mourinho tetap menyoroti kinerja anak-anak asuhnya di laga tersebut. Kekecewaan terbesar eks pelatih Inter Milan itu terletak pada kinerja pada pemain di lini serang I Giallorossi. 

''Kami harus bisa menempatkan bola di dalam gawang. Jika kami gagal melakukan hal itu, maka akan selalu ada resiko. Kami tahu siapa kami dan kemampuan tim ini. Saya tidak akan mengeluarkan kata-kata negatif, apabila tim ini memberikan kemampuan terbaiknya,'' tutur Mourinho.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement