Jumat 09 Jun 2023 19:10 WIB

Hadapi Man City di Final Liga Champions, Inter Disarankan Adopsi Gaya Spurs dan Brentford

Musim ini, Tottenham dan Brentford mampu mengalahkan Man City.

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Endro Yuwanto
Pelatih Inter Milan, Simone Inzaghi.
Foto: AP Photo/Antonio Calanni
Pelatih Inter Milan, Simone Inzaghi.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Inter Milan bakal berduel dengan Manchester City di final Liga Champions, Ahad (11/6/2023) dini hari WIB. Status Man City sebagai tim terbaik di dua kompetisi domestik sepak bola Inggris pada musim ini membuat laga itu diprediksi bakal berjalan sangat berat buat I Nerazzurri.

Man City, yang ditopang barisan pemain bintang ditambah kehadiran pelatih asal Spanyol, Pep Guardiola, menjadi tim yang begitu sulit dikalahkan. Di pentas Liga Primer Inggris musim ini, Man City tercatat hanya menelan lima kekalahan dari 38 pertandingan.

Baca Juga

Pun rekor kemenangan sempurna Man City saat merengkuh titel Piala FA musim ini. Di pentas Liga Champions musim ini, the Citizens juga belum tersentuh kekalahan. Di 12 laga menuju partai final, Kevin de Bruyne dan kawan-kawan memetik tujuh kemenangan dan lima hasil imbang.

Kendati begitu, Man City bukanlah tim yang tidak dapat dikalahkan. Empat tim berbeda berhasil mengalahkan the Citizens di pentas Liga Primer Inggris. Selain Liverpool dan Manchester United, Tottenham Hotspur dan Brentford sukses menundukkan peraih lima gelar Liga Primer Inggris dalam enam musim terakhir tersebut.

Keberhasilan empat tim tersebut dapat menjadi contoh buat Inter Milan dalam menerapkan strategi permainan di laga kontra the Citizens. Dalam ulasannya, media asal Italia, La Gazzetta dello Sports, menilai, La Beneamata bisa meniru pendekatan Spurs dan Brentford kala membungkam Man City.

Dua tim ini dinilai memiliki sistem permainan, yang tidak jauh berbeda dengan I Nerazzurri, yaitu dengan menerapkan tiga pemain bertahan. ''Performa dua tim itu saat mengalahkan Manchester City dapat menarik perhatian tersendiri,'' tulis La Gazzetta dello Sports seperti dilansir FCInterNews, Jumat (9/6/2023).

Kendati menelan kekalahan, 2-4, dari Man City di paruh pertama musim ini, the Lilywhites berhasil membalas kekalahan tersebut dengan kemenangan, 2-1, di paruh kedua Liga Primer Inggris musim ini. Di dua laga tersebut, Spurs masih ditangani pelatih asal Italia, Antonio Conte.

Seperti halnya Inter Milan di bawah asuhan Simone Inzaghi, Conte juga menerapkan formasi 3-5-2. Di pertemuan kedua pada musim ini, Spurs tampil begitu disiplin. Mereka begitu kompak dalam bertahan. Secara teknis, dua bek sayap termasuk dalam lini pertahanan. Para gelandang pun melindungi tiga pemain bertahan.

Namun, dari aspek serangan, Spurs juga begitu mematikan. Mengandalkan Harry Kane di ujung tombak serangan, Spurs terlihat sudah memiliki rencana yang jelas saat menguasai bola dan melancarkan serangan balik cepat.

''Pendekatan ini bisa diadopsi Inter Milan saat menghadapi Manchester City di final Liga Champions,'' lanjut laporan La Gazzetta dello Sport tersebut.

Brentford bahkan memiliki rekor lebih impresif. The Bees berhasil dua kali mengalahkan Man City di pentas Liga Primer Inggris musim ini. Menang, 2-1, di pertemuan pertama, tim besutan Thomas Frank itu sukses memetik kemenangan, 1-0, di laga pamungkas Liga Primer Inggris musim ini.

Seperti halnya Spurs, Frank juga menerapkan formasi 3-5-2 di dua laga tersebut. ''Brentford menunjukkan penerapkan formasi 3-5-3 bisa secara efektif meredam fluiditas penguasaan bola Man City di sepertiga akhir lapangan. Kemudian, saat berhasil merebut bola, mereka bisa mengeksekusinya dengan baik,'' lanjut laporan salah satu media olahraga terkemuka di Italia tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement