Jumat 14 Jul 2023 06:08 WIB

Cerita Kelam Dele Alli, dari Pelecehan Seksual, Merokok, Hingga Narkoba

Dele Alli pernah menyembunyikan narkoba di bawah bola saat masih kecil.

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Israr Itah
Dele Alli
Foto: EPA-EFE/Shaun Botterill
Dele Alli

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Dele Alli mengenang kisah kelamnya pada masa kecil, saat usianya baru enam tahun. Gelandang Everton ini mengalami pelecehan seksual, diniaya dan merokok pada usia tujuh tahun. Alli juga pernah penjadi pemakai narkoba satu tahun kemudian. Cerita itu ia sampaikan dalam sebuah wawancara dengan Gary Neville.

Mantan bintang Tottenham Hotspur itu lahir dari seorang ibu asli Inggris dan ayah asal Nigeria sebelum diadopsi pada usia 12 tahun. Alli yang bergabung dengan akademi Milton Keynes Dons pada 2007 mengatakan pernah menyembunyikan narkoba di bawah bola saat bersepeda karena diberitahu bahwa polisi tidak akan memberhentikan anak-anak.

Baca Juga

"Pada usia enam tahun, saya dianiaya. Saya dikirim ke Afrika untuk belajar disiplin. Kemudian saya dikirim kembali. Tujuh tahun saya mulai merokok. Delapan tahun saya mulai mengedarkan narkoba, menjual narkoba," kata Alli kepada Neville dilansir dari Sportsmole, Kamis (13/7/2023).

Pada usia 11 tahun, Alli digantung di jembatan oleh seorang pria dari perkebunan dan pada usia 12 tahun Alli diadopsi oleh keluarga yang dianggapnya sangat luar biasa. Mereka telah mengubah hidupnya menjadi lebih baik.

“Jika Tuhan menciptakan orang, itu mereka. Mereka luar biasa dan telah banyak membantu saya,” ungkapnya.

Pemain 27 tahun tersebut dianggap sebagai salah satu bintang muda paling menjanjikan di dunia sepak bola selama bertahun-tahun saat masih di Tottenham. Namun performanya menurun di bawah asuhan Jose Mourinho. Dia kemudian pergi ke Everton dengan status bebas transfer pada Januari 2022.

Alli sejauh ini kesulitan menghidupkan kembali kariernya di Goodison Park. Ia pun menghabiskan sebagai pemain pinjaman pada musim 2022/2023 bersama Besiktas. Di sana dia tak banyak berubah bahkan pelatihnya Senol Gunes pada Januari menyatakan Alli tidak pantas bermain.

Alli mencetak tiga gol dalam 15 pertandingan terakhir sebelum kembali ke Everton lebih awal karena cedera. Alli juga mengaku masuk rehabilitasi karena kecanduan obat tidur dan terjebak ke dalam siklus kehidupan yang buruk dalam setahun terakhir.

"Saya kecanduan tablet tidur dan mungkin bukan hanya masalah yang saya miliki. Saya pikir itu adalah sesuatu yang terjadi lebih dari yang disadari orang dalam sepak bola," ujar Alli.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement