Senin 09 Oct 2023 05:46 WIB

Berharap Gelap di Asian Games Hangzhou, Beralih Terang di Olimpiade Paris

Target Indonesia masuk 10 besar Asian Games meleset.

Penyeragan bendera Dewan Olimpiade Asia kepada Gubernur Prefektur Aichi Hideaki Omura saat serah terima tuan rumah Asian Games berikutnya pada upacara penutupan Asian Games Hangzhou, Ahad (8/10/2023).
Foto: AP Photo/Lee Jin-man
Penyeragan bendera Dewan Olimpiade Asia kepada Gubernur Prefektur Aichi Hideaki Omura saat serah terima tuan rumah Asian Games berikutnya pada upacara penutupan Asian Games Hangzhou, Ahad (8/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Usai sudah ingar-bingar pesta olahraga terbesar se-benua Asia setelah nyala api Asian Games 2022 di kaldron Hangzhou Olympic Sports Centre, China, perlahan meredup hingga akhirnya padam pada Ahad (8/10/2023).

Beberapa saat sebelumnya pataka Asian Games diserah terima dari panitia penyelenggara Asian Games ke-19 dan Komite Olimpiade Asia kepada perwakilan Jepang/ Gubernur Prefektur Aichi Hideaki Omura dan Wakil Wali Kota Nagoya Hideo Nakata menjadi penerima pataka,  kota yang akan menjadi tuan rumah pesta olahraga empat tahunan itu untuk edisi berikutnya pada 2026.

Baca Juga

Bagi tuan rumah, Asian Games Hangzhou kian meneguhkan berderet fakta bahwa negeri Tirai Bambu ini kini benar-benar telah membuktikan diri sebagai negara adidaya di era multipolar. Mereka tidak hanya tangguh di bidang diplomasi regional, perekonomian, maupun beragam teknologi paling mutakhir, tetapi juga mumpuni di pentas olahraga.

Terbukti hingga berakhirnya Asian Games kali ini, negara yang dipimpin Xi Jinping ini mendominasi hampir semua cabang olahraga yang dipertandingkan. Jumlah medali yang berhasil dikumpulkan kontingen mereka pun jauh meninggalkan sejumlah saingan yang selama ini dikenal sebagai raksasa-raksasa olahraga Asia, seperti Jepang dan Korea Selatan.

Dua rival terdekat yang menempati posisi runner up dan ketiga di klasemen akhir Asian Games yang sempat tertunda setahun karena pandemi Covid-19 itu terseok-seok mengejar China. Total medali yang diraup dua negara itu jika digabung pun jumlahnya masih kalah dengan yang berhasil dikumpulkan tuan rumah.

Untuk lingkup regional yang lebih kecil Asia Tenggara, Thailand menjadi perwakilan dari negara-negara di kawasan tersebut yang berhasil menembus peringkat 10 besar, yakni di posisi ke-8 setelah meraup total 58 medali dengan perincian 12 emas, 14 perak dan 32 perunggu.

Sementara kontingen Indonesia harus puas pada peringkat 13 setelah hanya mampu mendulang 7 emas, 11 perak dan 18 perunggu. Persis di bawah Indonesia bercokol negeri jiran Malaysia yang mengumpulkan total 32 medali, terdiri dari 6 emas, 8 perak dan 18 perunggu.

Negara-negara ASEAN lainnya juga bernasib sama, terpuruk dengan koleksi medali yang sangat minimalis. Filipina berada di peringkat 17, Singapura (20), Vietnam (21), Myanmar (27), Brunei Darussalam (32), Laos (35), Kamboja (38), dan bahkan Timor Leste tidak mampu meraup satu pun medali.

Bagi Indonesia, posisi...

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement