Jumat 13 Oct 2023 13:14 WIB

FA Berikan Penghormatan Korban Perang Israel dan Palestina di Stadion Wembley

Pemerintah Inggris menegur FA karena tidak menyalakan warna bendera Israel.

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah
Stadion Wembley, tempat laga Inggris vs Australia,
Foto: EPA-EFE/NEIL HALL
Stadion Wembley, tempat laga Inggris vs Australia,

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) akan memberikan penghormatan kepada para korban perang Israel dan Palestina saat Inggris menjamu Australia dalam pertandingan persahabatan di Stadion Wembley, Sabtu (14/10/2023) dini hari WIB. "Namun, rencana tersebut tidak termasuk menerangi lengkungan ikonik di atas atap stadion nasional itu dengan warna bendera Israel, meskipun ada seruan untuk melakukan hal itu," kata FA, Kamis (12/10/2023).

Tim Inggris dan Australia akan mengenakan ban lengan hitam dan mengheningkan cipta sebelum pertandingan dimulai. "Kami berdiri untuk kemanusiaan dan mengakhiri kematian, kekerasan, ketakutan, dan penderitaan," kata FA, dikutip AP.

Baca Juga

Badan sepak bola tersebut juga mengatakan bahwa mereka hanya akan mengizinkan "bendera, perlengkapan replika dan representasi kebangsaan lainnya" untuk negara-negara yang bertanding pada Jumat waktu setempat. Peraturan yang sama akan berlaku saat Inggris menjamu Italia dalam kualifikasi Kejuaraan Eropa pada hari Selasa.

Ini artinya, tidak boleh ada bendera Israel dan Palestina di dalam stadion. Bisa dikatakan, ini langkah hati-hati sekaligus berani FA dengan tidak memihak Israel, seperti Pemerintah Inggris.

Sebelumnya, lengkungan Wembley pernah diterangi warna bendera Ukraina setelah diinvasi oleh Rusia, dan dengan warna bendera Brasil saat legenda sepak bola dunia Pele meninggal.

Pemerintah Inggris mengeluarkan teguran, yang jarang terjadi, kepada setelah keputusan tidak menerangi lengkungan Stadion Wembley dengan warna biru dan putih sebagai representasi bendera Israel.

"Saya sangat kecewa ... dan telah menjelaskan pandangan saya kepada FA. Pemerintah sudah jelas: kami mendukung Israel," kata Menteri Kebudayaan, Media dan Olahraga Inggris Lucy Frazer dalam sebuah unggahan di X, yang sebelumnya bernama Twitter, dikutip dari BBC.

Pemerintah Inggris pada pekan ini memproyeksikan bendera Israel di kediaman Perdana Menteri Rishi Sunak di Downing Street, sementara parlemen menyalakan lampu berwarna biru dan putih, menggemakan tampilan solidaritas yang sama di bagian lain dunia Barat.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement