Selasa 24 Oct 2023 21:23 WIB

Blind Judo Indonesia Berharap Tambah Medali Lagi di APG Hangzhou

Indonesia sudah memenuhi target meraih dua medali perunggu blind judo.

Judoka putra Indonesia Tony Ricardo Mantolas (kiri).
Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Judoka putra Indonesia Tony Ricardo Mantolas (kiri).

REPUBLIKA.CO.ID, HANGZHOU -- Kontingen Indonesia masih berharap mendapatkan tambahan medali lagi dari cabang olahraga blind judo setelah sebelumnya berhasil mengumpulkan dua medali perunggu pada ajang Asian Para Games (APG) 2023 di Xiaoshan Linpu Gymnasium Handzhou, China.

"Meskipun sudah berhasil memenuhi target meraih dua medali perunggu blind judo, tetapi kontingen Indonesia ingin mendapatkan kejutan tambahan medali," kata pelatih blind judo NPC Indonesia Imam Kuncoro di Xiaoshan Linpu Gymnasium Handzhou, Selasa (24/10/2023).

Baca Juga

Imam mengatakan, dua atlet blind judo Indonesia yang bertanding hari ini sudah berusaha maksimal, tetapi mereka ternyata belum beruntung untuk mendapatkan medali.

"Ketahanan atlet Indonesia memang kalah dibandingkan lawan yang lebih siap baik fisik dan juga mental. Fajar Pambudi yang turun pada nomor J1 -90 kg putra gagal saat melawan atlet Kazakhstan. Berikutnya Rafli Ahnaf Shidqi yang turun di nomor J1 -73 kg dan sebelumnya berhasil menyingkirkan atlet andalan Iran, namun kemudian dikalahkan atlet China sehingga perunggu lepas," kata Imam.

Imam menjelaskan, kondisi Rafli habis menjalani operasi lutut dan kurang latihan. Meski secara teknis dia masih unggul, tapi karena kurang latihan, cederanya kambuh.

Pada Rabu (25/10/2023), blind judo Indonesia akan menurunkan Roma Siska yang berlaga di nomor J1 +70 kg. Karena sistem pertandingannya saling bertemu, maka Roma diharapkan bisa mencuri kemenangan dua kali saja untuk memastikan mendapat perak. Roma ditargetkan mendapat perunggu.

Atlet blind judo putra Indonesia Indonesia lainnya, Tony Ricardo Mantolas yang akan turun +90kg J2, juga berpeluang menambah medali untuk Merah-Putih.

Cabang olahraga blind judo Indonesia menyiapkan enam atlet yakni Fajar Pambudi yang turun putra kelas -90 kg J1, Junaedi putra nomor -60 kg J1, Rafli Ahnad kelas -73 kg J1, Tony Ricardo Mantolas putra +90 J2. Sementara pada bagian putri yakni Novia Larassati kelas -48 kg J1 dan Roma Siska Tampumbolon kelas +70 kg J1.

Medali perunggu pertama dihasilkan oleh Junaedi setelah mengalahkan Sukhrob Shukurov dari Uzbekistan, di nomor -60 kg kelas J1 putra. Medali perunggu kedua dari Novia Larassati seusai mengalahkan wakil Mongolia, Suvd-erdene Togtokhbayar, di nomor -48 kg kelas J1 putri.

 

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement