Senin 27 Nov 2023 10:25 WIB

Indonesian Mixed Martial Art Federation Komitmen Beri Wadah Berjenjang Petarung Amatir

INAMMAF punya ambisi melahirkan petarung Indonesia ke kancah internasional.

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Endro Yuwanto
Ketua INAMMAF, Dimaz Raditya Nazar Soesatyo (kanan) saat menghadiri acara Combat Federation Brave 76 di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Sabtu (25/11/2023).
Foto: Republika/Afrizal Rosikhul Ilmi
Ketua INAMMAF, Dimaz Raditya Nazar Soesatyo (kanan) saat menghadiri acara Combat Federation Brave 76 di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Sabtu (25/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesian Mixed Martial Art Federation (INAMMAF) mempunyai komitmen untuk memberikan wadah yang berjenjang bagi petarung amatir. INAMMAF juga punya ambisi untuk melahirkan petarung Indonesia ke kancah internasional. Upaya mewujudkan visi tersebut dilakukan dengan meningkatkan rutinitas pelaksanaan pertandingan.

Pada Sabtu (25/11/2023), INAMMAF telah merampungkan ajang Combat Federation Brave 76 di Balai Sarbini, Jakarta Selatan. Terdapat 22 petarung dari beberapa negara yang ikut berpartisipasi dalam ajang tersebut. Adapun sebanyak sembilan peserta merupakan petarung asal Indonesia.

Baca Juga

"Ke depannya kami akan terus berkomitmen mengirim atlet nasional ke internasional. Caranya, menggelar pertandingan di beberapa kota. Untuk scouting atlet yang bisa kami kirim ke luar negeri," kata Ketua INAMMAF, Dimaz Raditya Nazar Soesatyo, Sabtu (25/11/2023).

Dengan menggelar banyak pertandingan di berbagai kota, menurut Dimaz, penjaringan petarung berbakat akan semakin mudah. Selain itu, dengan jam terbang yang tinggi, kemampuan para pertarungan otomatis akan meningkat. Dimaz mengakui, Martial Art Federation (MMA) di Indonesia masih dalam tahap berkembang.

"MMA sama kayak tinju, muaythai, ini kan olahraga bela diri yang berbasis sportaiment, yang mana harus menyajikan pertandingan yang menarik ditonton. MMA di Indonesia masih berkembang dan event-nya masih belum banyak, di sini kami mencoba membuat agar banyak pertandingan," kata Dimaz menjelaskan.

Di sisi lain, INAMMAF menargetkan lebih banyak pelaksanaan pertarungan demi menyediakan wadah bagi petarung untuk memperbanyak jam terbang.

"Atlet butuh jam terbang, kalau sedikit tentunya prestasi tidak bisa berkembang. Kami harap bisa menjadi salah satu badan olahraga yang membuat pertandingan sehingga atlet MMA kami punya banyak pilihan pertandingan," kata Dimaz.

Dimaz menambahkan, sosok Jeka Saragih yang baru saja sukses pada laga debutnya di UFC dapat menjadi pelecut bagi petarung Indonesia. Sebagai informasi, Jeka Saragih mampu menaklukkan Lucas Alexander dari Brasil dengan kemenangan KO pada 18 November 2023 lalu.

 

"Ya itu salah satu motivasi kami, artinya atlet Indonesia bisa berkancah di internasional. Apalagi bicara UFC itu profesional, sekarang kan bayaran dia sudah lumayan. Ke depannya masih banyak Jeka Saragih yang lain bisa lahir," ujar Dimaz menegaskan.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement