Senin 27 Nov 2023 23:40 WIB

Gregoria Mariska Tunjung Bicara Soal Kekuatan Pikiran

Gregoria akan mengikuti BWF Tour Finals 2023.

Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung gagal mengembalikan kok ke arah lawannya asal Jepang Aya Ohori pada babak perempatfinal Asian Games 2022 di Binjiang Gymnasium, Hangzhou, China, Kamis (5/10/2023). Jorji gagal melangkah ke semifinal usai kalah dengan skor 10-21,19-21.
Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung gagal mengembalikan kok ke arah lawannya asal Jepang Aya Ohori pada babak perempatfinal Asian Games 2022 di Binjiang Gymnasium, Hangzhou, China, Kamis (5/10/2023). Jorji gagal melangkah ke semifinal usai kalah dengan skor 10-21,19-21.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung mengatakan kekuatan pola pikir adalah salah satu hal penting untuk dipersiapkan beriringan dengan kondisi fisik yang prima jelang BWF World Tour Finals (WTF) di Hangzhou, China, Desember.

Gregoria menilai, kedua hal tersebut menjadi penting mengingat format kompetisi BWF World Tour Finals berbeda dari turnamen-turnamen lainnya. Jika turnamen BWF pada umumnya langsung memakai sistem gugur sejak putaran pertama, maka World Tour Finals akan diawali babak penyisihan grup menggunakan sistem round robin.

Baca Juga

“Tahun lalu saya sudah pernah main juga (di World Tour Finals) dan satu grup sama An Se Young (Korea Selatan), Akane Yamaguchi (Jepang), dan Chen Yu Fei (China). Jadi buat saya, walaupun gim pertama menang, saya tetap harus fokus ke gim selanjutnya karena itu juga memengaruhi posisi kita di grup,” kata Gregoria saat ditemui di Jakarta, Senin (27/11/2023). 

“Dan kalau kalah juga tidak boleh langsung down karena besok juga harus langsung main lagi. Pastinya ini pengalaman yang bagus juga untuk saya, apalagi di Olimpiade (sistemnya) juga sama. Saya mau coba sebaik mungkin untuk mencapai posisi yang baik di grup,” ujarnya menambahkan.

Mengenai pola pikir, Gregoria menilai setiap atlet yang berkompetisi di ajang tersebut juga pasti memiliki caranya sendiri agar terus fokus, terlepas menang maupun kalah.

“Kalaupun kalah, sebaik mungkin tidak dipikirkan (terlalu lama) karena besoknya masih main lagi. Mau tidak mau harus mencari jalan keluarnya untuk bisa enjoy di setiap match,” kata Gregoria.

“Saat ini masih belum ada draw. Tapi, saya ingin tampil dan mencari posisi yang baik di grup supaya bisa melaju ke semifinal,” ujarnya menambahkan.

Gregoria mengatakan sudah mulai berlatih sekaligus fokus dengan pemulihan kondisi telapak kakinya yang sempat cedera dan memengaruhi penampilannya di China Masters 2023 beberapa waktu lalu.

“Sabtu kemarin sudah mulai latihan untuk mengembalikan kondisi fisik. Persiapan ini akan saya manfaatkan sebaik mungkin,” kata atlet asal Wonogiri tersebut.

 

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement