Rabu 06 Dec 2023 23:51 WIB

Pep Guardiola Serang Balik Gary Neville dan Jamie Carragher Jelang Laga Lawan Aston Villa

Guardiola membantah pemain City kehilangan rasa lapar juara.

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah
Pelatih Manchester City Pep Guardiola dan Erling Haaland.
Foto: AP Photo/Dave Thompson
Pelatih Manchester City Pep Guardiola dan Erling Haaland.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pep Guardiola merasa yakin Manchester City akan mempertahankan gelar juara Liga Primer jika mereka dapat mempertahankan penampilan saat ini, sebelum menghadapi Aston Villa malam ini. Sang peraih treble winners telah meraih hasil imbang dalam tiga pertandingan terakhir mereka kontra Chelsea, Liverpool, dan Tottenham Hotspur. 

Namun dalam sebuah pesan yang kuat kepada para rival dan pihak yang meragukan, Guardiola menegaskan bahwa para pemainnya tidak kehilangan rasa lapar, seperti ulasan para pundit, saat City mengejar gelar juara liga keempat secara beruntun

Baca Juga

"Saya merasa jika kami mempertahankan level tersebut, kami akan memenangkan Liga Primer. Kami akan memenangkannya lagi jika kami mempertahankan level dalam laga kontra Liverpool dan Tottenham. Saya tidak tahu apakah kami dapat mempertahankannya sepanjang musim dan itulah tantangannya," kata dia dikutip dari Birmingham Mail, Rabu (6/12/2023).

Guardiola mengecam sejumlah pengamat sepak bola ternama, termasuk mantan pemain bertahan Manchester United, Gary Neville, saat ia bersikeras bahwa tidak ada rasa puas diri di dalam skuadnya. "Saya tidak memiliki sesuatu untuk dikatakan tentang para pundit," kata Guardiola, yang timnya akan bertandang ke Villa pada Kamis (7/12/2023) dini hari WIB. 

"Mungkin saya salah, tapi saya tidak berpikir ini tentang rasa puas diri. Saya tahu para pemain, saya tahu bagaimana mereka berlari. Bagaimana kami bersikap sangat luar biasa," kata dia.

Ia mengatakan, Neville harusnya tahu betapa sulitnya untuk mempertahankan gelar karena sudah mengoleksi empat titel Liga Primer Inggris dalam periode terbaik Manchester United. Namun, Guardiola menilai Neville tidak merujuk pengalamannya itu.

"Saya melihat tim saya, bagaimana mereka bertarung, bagaimana mereka menekan, bagaimana mereka melanjutkannya hingga akhir dan betapa kesalnya mereka setelah kami kebobolan. Mungkin, mungkin saya salah dan mereka (para pundit) melihat segala sesuatu yang tidak dapat saya lihat, tetapi saya tidak memiliki perasaan itu. Jamie Carragher tidak memenangkan satu pun (gelar liga). Micah Richards tidak memenangkan empat Liga Primer secara beruntun. Tidak akan pernah."

Guardiola juga telah membela perilaku timnya setelah hasil imbang 3-3 dengan Tottenham akhir pekan lalu yang diwarnai kericuhan. Sejumlah pemain mengepung wasit Simon Hooper sebagai bentuk protes ketika Erling Haaland tidak diberi kesempatan untuk mendapatkan tendangan penalti setelah dilanggar.

Haaland dengan cepat bangkit dari tekel yang buruk untuk memberikan umpan terobosan kepada Jack Grealish yang dapat menjadi gol kemenangan City di waktu tambahan. City didakwa gagal mengontrol para pemainnya atas insiden tersebut oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris. Namun Haaland lolos dari sanksi.

"Saya ingin tahu bagaimana reaksi yang seharusnya ketika aksi terakhir itu terjadi," kata Guardiola. "Kami tidak kalah karena aksi itu, mungkin Jack tidak akan mencetak gol. Namun saya ingin tahu dari Liga Primer atau siapa pun, bagaimana seharusnya kami bereaksi dalam situasi itu? Kami ingin berada di sana, kami ingin bersaing dengan tim-tim papan atas. Itu adalah naluri manusiawi."

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement