Senin 11 Dec 2023 16:47 WIB

Lifter Usia 19 Tahun Pecahkan Rekor Dunia di IWF Grand Prix II 2023

Nasar menambah jumlah rekor dunia miliknya di tingkat remaja, junior, dan senior.

 Lifter remaja berusia 19 tahun asal Bulgaria Karlos Nasar berpose usai mencatatkan rekor dunia senior. untuk kelima kalinya pada kategori 89kg putra dalam IWF Grand Prix II di Doha, Qatar, Ahad (10/12/2023).
Foto: iwf.sport
Lifter remaja berusia 19 tahun asal Bulgaria Karlos Nasar berpose usai mencatatkan rekor dunia senior. untuk kelima kalinya pada kategori 89kg putra dalam IWF Grand Prix II di Doha, Qatar, Ahad (10/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Lifter remaja berusia 19 tahun asal Bulgaria Karlos Nasar mencatatkan rekor dunia senior untuk kelima kalinya pada kategori 89kg putra di IWF Grand Prix II di Doha, Qatar, Ahad (10/12/2023). Angkatan terakhir seberat 223kg memberi Nasar kemenangan dan kembali menempatkannya di buku rekor.

Tidak hanya itu, dengan melampaui rekor dunia junior miliknya sendiri dan rekor dunia senior Tian Tao dalam clean and jerk, Nasar menambah jumlah rekor dunia miliknya di tingkat remaja, junior, dan senior menjadi 30 sejak April 2021.

Baca Juga

Telah mencatatkan rekor sebanyak itu pada usia 19 tahun, dikutip dari laman resmi IWF, Senin, Nasar berkata "Hanya Tuhan yang tahu" terkait catatan lain yang akan dia torehkan hingga akhir kariernya.

"Hanya kemenangan yang penting di Paris, bukan rekor dunia," ujar Nasar yang bertekad untuk memenangi Olimpiade Paris 2024.

Selanjutnya, Nasar akan mengikuti Kejuaraan Eropa di negara asalnya pada Februari 2024 dan dia berharap dapat mempertahankan gelar kontinental senior miliknya. Tidak hanya Nasar, atlet muda lainnya Olivia Reeves juga membuat hari ketujuh IWF Grand Prix Qatar, Ahad (10/12/2023), menjadi seru.

Pada kelas 71kg putri, atlet Amerika Serikat berusia 20 tahun itu mencetak tujuh rekor dunia junior dalam lima angkatan yang membuat peringkatnya meningkat.

Reeves bersaing ketat dengan peraih medali perak olimpiade di kelas 76kg Kate Vibert, yang masing-masing menempati peringkat ketiga dan keempat. Vibert mendapati dirinya berada dalam posisi yang buruk saat bertanding di kelas 71kg karena kesuksesan Reeves.

"Saya berniat berkompetisi di tujuh kualifikasi karena itu memberi saya peluang paling besar," kata Reeves menjelaskan. "Saya tidak pernah memikirkan angka-angkanya. Tarik nafas, lakukan snatch, tarik nafas, lakukan clean and jerk, yang saya fokuskan hanyalah melakukan angkatan. Dan itu berhasil."

Ditanya apakah merasa kasihan pada Vibert, Reeves mengatakan tidak akan meminta maaf. "Saya senang kami berteman, memiliki dinamika di antara kami. Saya mengagumi Kate dan saya sangat antusias melihat apa yang bisa dia berikan juga," ujar Reeves.

Sementara itu, dalam ajang pengumpulan poin untuk dapat bertanding di Olimpiade Paris tersebut, dua lifter Indonesia mencatatkan kesuksesan. Eko Yuli Irawan meraih medali perak pada kelas 61kg Grup B, demikian pula dengan Rahmat Erwin Abdullah yang juga meraih perak pada kelas 81kg putra Grup A.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement