Senin 08 Jan 2024 20:09 WIB

Tontowi Cerita Tekanan di Olimpiade, Candra Wijaya Tekankan Perlunya Kuasai Diri

Tontowi mengaku pernah berteriak-teriak di apartemen saat Olimpiade 2016.

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah
Tontowi Ahmad, salah satu mentor pemain dalam tim Ad Hoc PBSI untuk Olimpiade Paris 2024.
Foto: Dok Humas PBSI
Tontowi Ahmad, salah satu mentor pemain dalam tim Ad Hoc PBSI untuk Olimpiade Paris 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan atlet bulu tangkis Indonesia Tontowi Ahmad dan Candra Wijaya berbagi pengalaman mereka, terutama soal tekanan dan ketegangan menjelang dan saat berjuang meraih medali emas Olimpiade.

Bagi peraih medali emas Olimpiade 2016 Rio Tontowi Ahmad, ketegangan hadir sebelum, saat, dan setelah pertandingan. 

Baca Juga

“Rasa tegangnya berlapis-lapis. Sebelum pertandingan tegang, saat pertandingan tegang, setelah pertandingan juga masih tegang karena kami ingin hasil yang maksimal,” kata Tontowi dalam konferensi pers di Pelatnas PP PBSI Cipayung, Senin (8/1/2024).

Dalam kondisi itu, Tontowi yang kala itu berpasangan dengan Liliyana Natsir memotivasi dirinya agar tetap fokus membidik target yang didebankan. Ia juga mengambil langkah pelepasan tekanan dengan berteriak.

“Waktu semifinal Rio 2016, saya ingat saya teriak-teriak sendiri di apartemen karena tegang, banyak pikiran, dan pressure dalam diri sendiri juga besar. Komunikasi dengan Ci Butet (Lilyana) juga terus dilakukan. Saya berulang-ulang ngomong, 'Ci gimana Ci, Ci gimana Ci' sampai dia mungkin bosan. Pengalaman-pengalaman seperti ini akan saya share ke adik-adik saya yang akan berjuang di Olimpiade (Paris) nanti,” jelasnya.

Sementara peraih medali emas Olimpiade 2000 Sydney, Candra Wijaya, mengatakan, setiap pemain perlu menguasai dirinya di ajang sekompetitif Olimpiade.

“Di Olimpiade, kita akan bertemu lawan-lawan yang besar. Atlet harus melihatnya sebagai kesempatan yang besar, karena tidak mungkin mereka yang tidak memiliki kapasitas bisa masuk ke Olimpiade,” kata Candra.

Menurut Candra, ini harus menjadi spirit, evaluasi, dan introspeksi agar bisa menghadapi Olimpiade dengan gagah berani.

Bulu tangkis kini menyisakan 12 turnamen penting yang masuk dalam periode kualifikasi Olimpiade (Race to Paris) yang bergulir hingga 28 April tahun ini.

Sejumlah turnamen penting hingga periode tersebut antara lain Malaysia Open (9-14 Januari), India Open (16-21 Januari), Indonesia Masters (23-28 Januari), French Open (5-10 Maret), dan All England Open (12-17 Maret).

Olimpiade 2024 Paris akan digelar pada 26 Juli-11 Agustus, dengan cabang bulu tangkis digelar pada 27 Juli-5 Agustus di Porte de la Chapelle Arena, Paris, Prancis.

 

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement