Sabtu 20 Jan 2024 17:31 WIB

Hadiri Putaran Nasional SAC Indonesia, Kemenpora Berharap Kompetisi Atletik Semakin Banyak

SAC Indonesia 2023 National Championship berlangsung di Solo, 18-20 Januari 2024,

Peserta nomor lari  yang bersaing pada Energen Champion SAC Indonesia 2023 National Championship sedang berlatih di Stadion Sriwedari, Solo, Kamis (18 Januari 2024).
Foto: dok DBL Indonesia
Peserta nomor lari yang bersaing pada Energen Champion SAC Indonesia 2023 National Championship sedang berlatih di Stadion Sriwedari, Solo, Kamis (18 Januari 2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berharap kompetisi atletik semakin banyak digelar untuk menjadi wadah regenerasi atlet-atlet Indonesia di masa depan.

Hal tersebut disampaikan oleh Deputi 3 Bidang Pembudayaan Olahraga Rudy Sufahriadi usai mewakili Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo hadir dalam National Championship Energen Champion Student Athletics Championship (SAC) 2023 di Stadion Sriwedari, Kota Solo, Jumat (19/1/2024).

Baca Juga

"Apresiasi yang luar biasa, walaupun kedua kali dilaksanakan tetapi dengan jumlah peserta yang banyak ini akan melahirkan atlet-atlet Indonesia ke depannya yang lebih baik. Mudah-mudahan dengan adanya event-event seperti ini bisa membuka ruang bagi anak-anak pelajar untuk berkompetisi di kejuaraan atletik seperti ini," kata Deputi Rudy Sufahriadi dikutip dari keterangan resmi Kemenpora, Sabtu.

Deputi Rudy memberikan apresiasi atas penyelenggaraan SAC yang merupakan kerja sama dengan Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) ini. Apalagi babak nasional kejuaraan ini diikuti begitu banyak peserta dengan total 288 peserta juara dari kualifikasi pada enam regional di Indonesia.

Kemenpora atas perintah Presiden RI sedang melaksanakan Kejuaraan Antar Kampung (Tarkam) yang bertujuan salah satunya mencari bibit-bibit atlet usia muda di berbagai kabupaten/kota pada masing-masing provinsi. Salah satu nomor atletik yang dipertandingkan dalam kejuaraan ini yaitu lari 100 meter.

"Nanti akan kami lihat dari sprint 100 meter saja, dari situ bisa kelihatan (potensinya). Nanti kami sampaikan hasilnya seperti apa kepada PASI," sebut Deputi Rudy.

Lebih lanjut Deputi Rudy menyampaikan terima kasih atas dipertandingkannya Junior Challenge sebagai bagian dalam SAC. Pasalnya nomor yang diikuti talenta-talenta usia dini dari berbagai daerah di Solo Raya itu berpotensi melahirkan bibit-bibit baru atlet Tanah Air.

"Diharapkan yang ada di Solo Raya ini bisa diselenggarakan di kota-kota lainnya. Kalau itu bisa dilaksanakan, maka akan keluar atlet-atlet muda. Karena banyak event, akan kelihatan mana yang berprestasi," tegas Deputi Rudy.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement