Selasa 21 May 2024 20:56 WIB

Man City Terlalu Dominan, Liga Primer Masih Layak Diklaim Sebagai Liga Paling Kompetitif?

Tak ada klub yang mampu menyaingi kesuksesan Manchester City saat ini.

Rep: Frederikus Bata/ Red: Gilang Akbar Prambadi
Manchester City melakukan perayaan juara Liga Primer Inggris 2023/2024.
Foto: AP Photo/Dave Thompson
Manchester City melakukan perayaan juara Liga Primer Inggris 2023/2024.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Ada banyak pengertian mengapa kompetisi kasta teratas di Prancis disebut 'Liga Petani'. Salah satunya ketika ada satu klub yang sangat dominan. 

Dalam satu dekade terakhir, Paris Saint Germain menguasai Ligue 1. Pemandangan demikian bukan hal baru. Pada akhir 1980-an Olympique Marseille berjaya di sana. Marseille pernah menjuarai kompetisi itu selama lima musim beruntun, di periode tersebut.

Baca Juga

Lalu pada awal 2000-an, giliran Olympique Lyon menunjukkan tajinya. Lyon sempat bertahta di singgasana Ligue 1 dalam tujuh musim berturut-turut. Kini PSG memegang kendali.

Para penikmat sepak bola selalu menginginkan suasana kompetitif. Ada sejumlah klub bergantian menjadi juara. Liga Primer Inggris sering menjadi kiblat hal itu.

Pertanyaannya, apakah Liga Primer masih menyajikan suasana kompetitif? Atau sudah mirip seperti di Ligue 1 Prancis? Perlu dilihat situasi di lapangan.

Manchester City baru saja menjuarai Liga Primer musim 2023/24. Sebuah fakta yang membanggakan klub tersebut. Pelatih City, Pep Guardiola sampai sulit menyembunyikan kegembiraannya.

"Dalam hal statistik, tidak ada yang lebih baik dari kami. Rekor golnya, poinnya, dan empat kali berturut-turut menjuara Liga," kata Guardiola, dikutip dari laman resmi klubnya.

Pernyataan Pep sangat tepat. City sudah mencetak berbagai rekor ketika bertahta di kompetisi yang diklaim sebagai liga terbaik dunia. Bukan hanya catatan empat musim beruntun sebagai jawara.

The Citizens bahkan meraih delapan trofi liga  domestik, di 13 musim terakhir. Sangat dominan. Di mana taring para pesaing? 

Manchester Biru terbiasa berpesta. Para rival yang bertarung ketat dalam perebutan gelar, hanya bisa gigit jari pada akhirnya. Arsenal patah hati dua musim beruntun.

"Maginnya, sangat-sangat kecil. Kami bersaing dengan tim terbaik dalam sejarah Liga Primer," ujar pelatih the Gunners, Mikel Arteta, dikutip dari laman resmi klubnya.

Benar bahwa Arsenal memberikan perlawanan sengit pada Man City. Namun di akhir perjalanan, trofi seperti tak mau pergi dari Etihad Stadium. Liverpool juga beberapa kali merepotkan the Citizens.

Sayangnya, anak asuh Pep Guardiola terlalu perkasa. Saat memimpin di periode krusial tak ada yang mampu menghentikan mereka. Tim besar lainnya seperti Manchester United, Chelsea FC, serta Tottenham Hotspur menonton dari kejauhan.

Dari semua fakta yang tersaji, masih layakkah Liga Primer disebuat sebagai liga paling kompetitif? Berkaca pada energi dan intensitas pertandingan, klaim tersebut masih sah-sah saja. Namun, jika melihat siapa juaranya, rasanya, sudah mirip apa yang terjadi di Ligue 1 Prancis, dalam beberapa periode.

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement