Jumat 08 Dec 2017 09:37 WIB

Brussel Kehilangan Hak Selenggarakan Piala Eropa 2020

Interior Stadion Wembley. UEFA pada Kamis (7/12) waktu Eropa mengonfirmasi Wembley akan menjadi tuan rumah tujuh pertandingan dari turnamen sepak bola UEFA EURO 2020, termasuk semifinal dan final.
Foto: EPA-EFE/DOMENIC AQUILINA
Interior Stadion Wembley. UEFA pada Kamis (7/12) waktu Eropa mengonfirmasi Wembley akan menjadi tuan rumah tujuh pertandingan dari turnamen sepak bola UEFA EURO 2020, termasuk semifinal dan final.

REPUBLIKA.CO.ID, NYON — Brussel telah kehilangan haknya untuk menjadi tuan rumah beberapa pertandingan Piala Eropa 2020. UEFA, pada Kamis (7/12) waktu setempat, mengatakan keputusan ini lantaran tertundanya perkembangan Eurostadium yang baru. 

UEFA mengumumkan empat pertandingan yang awalnya akan dimainkan di sana dipindah ke Stadion Wembley di London. Presiden UEFA Aleksander Ceferin mengatakan keempat pertandingan itu akan menjadi tambahan pada dua semifinal dan final yang telah diagendakan untuk dimainkan di stadion nasional Inggris.

UEFA juga mengumumkan Stadio Olimpico Roma akan menjadi tempat berlangsungnya pertandingan pembukaan. Euro 2020 bukan hanya akan digelar di satu atau dua negara, melainkan 12 kota di seantero Eropa. Ini sebagai salah satu cara untuk merayakan 60 tahun penyelenggaraan kompetisi ini. 

Pembangunan Eurostadium di Brussel mengalami penundaan-penundaan yang mencakup aplikasi-aplikasi untuk izin konstruksi dan lingkungan. Ceferin mengatakan UEFA sudah mendiskusikan dengan Brussel untuk kurun waktu yang panjang. 

Namun, dia menuturkan, Brussel tidak mampu memberikan semua dokumentasi kepada UEFA. Bahkan, hingga pada Kamis, UEFA tidak mengetahui apakah Brussel dapat membangun stadion atau tidak. 

"Mereka masih belum memiliki sejumlah dokumen... Mereka tidak mengharapkan keputusan sampai Januari dan mereka tidak tahu apakah itu akan ya atau tidak,” kata Ceferin kepada para pewarta.

"Para ahli dari administrasi (kami) merasa bahwa merupakan risiko tinggi bagi UEFA untuk menunggu. Jika jawabannya tidak, menemukan stadion baru akan menjadi masalah untuk kami."

Ketua Eksekutif Asosiasi Sepak Bola Belgia Koen De Brabander mengatakan dalam pernyataan bahwa mereka telah melakukan segalanya untuk menahan keputusannya. "Absen dari Piala Eropa 2020 bukan berarti pukulan mematikan untuk rencana-rencana stadion kami," ucapnya. 

Dia mengatakan Brussel memang memerlukan stadion baru berkapasitas 45 ribu. “Kami berharap menteri-menteri yang kompeten akan memberikan izin pada Januari maka stadion untuk abad 21 ini akhirnya dapat dibangun di negara kami,” kata dia. 

UEFA juga membagi kota-kota tuan rumah dalam beberapa pasang, di mana masing-masing pasangan berbagi pertandingan di grup yang diberikan. Organisasi sepak bola itu berkata bahwa Grup A akan dimainkan di Roma dan Baku, Grup B di St Petersburg dan Kopenhagen, Grup C di Amsterdam dan Bukarest, Grup D di London dan Glasgow, Grup E di Bilbao dan Dublin, dan Grup F di Muenchen dan Budapest.

 

sumber : Antara/Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement