Selasa 17 Jul 2018 04:23 WIB

Maradona Mendarat di Belarusia Sebagai Bos Dinamo Brest

Maradona berencana menetap di Belarusia selama menjalani tugasnya di Dynamo Brest.

Legenda sepak bola Argentina Diego Maradona.
Foto: AP/Petr David Josek
Legenda sepak bola Argentina Diego Maradona.

REPUBLIKA.CO.ID, BREST, BELARUSIA -- Legenda Argentina Diego Maradona mendarat di Belarusia untuk menjalani tugas barunya sebagai presiden klub sepakbola Belarusia Dinamo Brest pada Senin (17/7). Ia berencana pindah ke Brest setelah menandatangani kontrak tiga tahun untuk memimpin klub yang diselamatkan dari kebangkrutan dua tahun lalu tersebut.

Sesuai kabar sebelumnya, Maradona datang ke Belarusia setelah menjadi duta besar FIFA di Piala Dunia di Rusia. "Saya ingin membuat foto dengan Lukashenko, saya berharap dia akan menjadi penggemar kami," kata Maradona pada konferensi pers.

Lukashenko yang dimaksudnya adalah Presiden yang telah memerintah Belarusia dengan tangan besi selama hampir seperempat abad. "Saya bisa hidup tanpa masalah di Belarus," tambah dia.

Keputusan Maradona menangani Dinamo Brest menjadi kabar sensasional di Belarusia sejak Mei lalu. Klbun ini diketahui tidak pernah memenangkan gelar liga sampai kedatangan investor baru dari UEA. Mereka telah memenangkan dua piala domestik dan berencana membangun stadion baru dengan kapasitas 30.000 penonton.

"Mengingat fakta bahwa bos Diego akan tinggal di Brest, saya pikir orang-orang akan datang dari seluruh dunia untuk menonton pertandingan," kata direktur pengembangan klub Viktor Radkov.

Radkov mengatakan Maradona, yang menjadi kapten Argentina untuk keberhasilan Piala Dunia pada 1986, akan tinggal di sebuah rumah mewah dengan sebuah gym kecil di Brest. Ia meyakini sang legenda akan pindah ke sana pada bulan Agustus. "Dia memiliki persyaratan tertentu, tetapi semuanya masuk akal," kata Radkov.

Maradona yang mantan pemain Barcelona dan Napoli sebelumnya melatih klub Uni Emirat Arab Al-Fujairah FC dan Al-Wasl. Pria berusia 57 tahun itu juga pernah menangani tim nasional Argentina dari 2008 hingga 2010.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement