Sabtu 08 Sep 2018 14:53 WIB

Lentera Asian Para Games 2018 Bermalam di Istana Ternate

Ternate menjadi kota pertama torch relay atau kirab obor pesta olahraga atlet difabel

Akhir prosesi penyerahan lentera api dan obor Asian Para Games 2018 ke pemerintah dan kesultanan Ternate, Sabtu (8/9).
Foto: Republika/Israr Itah
Akhir prosesi penyerahan lentera api dan obor Asian Para Games 2018 ke pemerintah dan kesultanan Ternate, Sabtu (8/9).

REPUBLIKA.CO.ID, TERNATE -- Lentera api dan obor Asian Para Games (APG) 2018 sudah tiba di Kota Ternate. Lentera yang dinyalakan dari api abadi Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah, akan digunakan untuk menghidupkan obor dalam acara torch relay Asian Para Games di Kota Ternate yang akan berlangsung Ahad (8/9).

Ternate menjadi kota pertama torch relay atau kirab obor pesta olahraga atlet difabel se-Asia. Kirab obor selanjutnya akan menuju Makassar (12/9), Bali (16/9), Pontianak (19/9), Medan (23/9), Pangkal Pinang (26/9), dan berakhir di Jakarta (30/9).

Sebelum digunakan dalam acara torch relay, lentera dan obor ini terlebih dahulu diinapkan di Istana Kesultanan Ternate di Soa Sio, Ternate Utara, lewat prosesi adat setempat. Kegiatan ini sekaligus merupakan bagian dari rangkaian acara peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2018 di Kota Ternate.

Wakil Ketua IV Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018 Raden Isnanta membawa lentera. Ia didampingi Sekjen Inapgoc Bayu Rahadian yang memegang obor dalam kondisi padam. Keduanya masuk dari gerbang selatan istana.

Mereka disambut oleh dua anak lelaki yang memperagakan Tarian Cakalele, tarian perang tradisional Maluku. Hadir pula sejumlah perangkat Kesultananan Ternate.

Isnanta dan Bayu beserta didampingi perangkat kesultanan Ternate ini kemudian berjalan beriringan menuju ke tangga utara istana. Mereka menyerahkan lentera kepada Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman dan Kie Malaha Marsaoly Kesultanan Ternate Abdul Majid.

Wali Kota dan Kie Malaha Marsaoly kemudian menyerahkan kembali lentera dan obor ke petugas kesultanan di teras istana. Setelah itu, lentera dan obor dibawa masuk ke dalam istana, diletakkan di atas meja untuk kemudian didoakan oleh Hatib Mado Manyira Kesultanan Ternate Sumarno.

photo
Doa dari pemuka agama Kesultanan Ternate.

"Hari ini kita melihat sama-sama api yang kita ambil dari Mrapen, Jawa Tengah dan telah melewati prosesi memasuki Ternate. Kami sudah serahkan kepada pemerintah Kota Ternate dan juga kesultanan Ternate," kata Isnanta seusai prosesi acara adat penyerahan lentera dan obor.

Ia mengatakan prosesi ini menandakan semangat peduli terhadap kaum disabilitas, serta semangat untuk kesetaraan terhadap para difabel akan berkobar dan terus menghiasi kehidupan di Kota Ternate.

Kedua, kata Isnanta, Ternate dan sekitarnya akan memberikan dukungan dan spirit yang kuat sesuai semangat api. Mereka mendoakan dan ikut turut serta menyukseskan hajatan tingkat Asia, yaitu Asian Para Games 2018 di Jakarta. 

"Semoga, Indonesia berjaya, Merah-Putih berkibar. Tentu masyarakat Indonesia termasuk di Ternate, akan benar-benar mendukung dan menyukseskan gelaran Asia itu," kata Isnanta.

Burhan menambahkan bahwa jajaran pemerintahan setempat bersyukur lentera api dan obor APG telah diserahkan panitia kepada pemerintah dan Kesultanan Ternate untuk disemayamkan semalam di istana kesultanan Ternate.

"Kami, rakyat Maluku Utara, rakyat Ternate, dan seluruh perangkat adat kesultanan Ternate turut berbangga dan berbahagia. Terima kasih karena pemerintah, masyarakat Kota Ternate dan Kesultanan Ternate, diberikan kepercayaan untuk ikut bersama menyukseskan Asian Para Games," kata dia.

Sesuai rencana, ungkap Burhan, api obor akan diarak ke landmark Kota Ternate pada Ahad (9/9) pagi bersama komunitas sepeda dan hampir 2.000 orang. Mereka akan mengawal obor untuk di tempatkan di landmark, lalu malamnya dibawa ke puncak acara Haornas di Lapangan Kie Raha.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement