Sabtu 30 Nov 2019 01:01 WIB

Ini Nasib Para Pemenang Golden Boy Sekarang (Bagian 1)

Golden Boy adalah penghargaan bagi pesepak bola terhebat berusia di bawah 21 tahun.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Endro Yuwanto
Rafael van der Vaart
Foto: Matthias Schrader/AP Photo
Rafael van der Vaart

REPUBLIKA.CO.ID, Penghargaan Golden Boy atau Anak Emas diberikan oleh kelompok jurnalis sejak 2003 untuk para pesepak bola terhebat berusia di bawah 21 tahun. Penilaian dilakukan selama setahun sebelum gelar diberikan.

Penyerahan gelar ini dimulai oleh Tuttosport di Italia. Kemudian melebar diselenggarakan oleh The Times (Inggris), De Telegraaf (Belanda), L'Équipe, France Football (Prancis), Marca, Mundo Deportivo (Spanyol), Bild (Jerman), Blick (Swiss), A Bola(Portugal), Ta Nea (Yunani), dan Sport Express (Rusia).

Bagaimana nasib mereka sekarang? Fourfourtwo tengah pekan ini merangkumnya untuk Anda.

2003: Rafael Van Der Vaart (Ajax Amsterdam)

Van der Vaart sudah ditatap banyak pasang mata sejak awal kariernya. Ia direkrut Ajax di usia 10 tahun. Skillnya terlatih dari bermain sepak bola di jalanan kota Amsterdam. Ia pun menjadi pemain utama Ajax sejak usia 17 tahun. Lalu meraih gelar juara Eredivisie pada 2002 dan 2004.

Kariernya di Ajax tak bertahan lama ketika mengalami cedera. Pada musim 2005, ia hengkang ke Hamburg. Keputusan itu dirasa tepat karena pada 2008, Madrid mengendus bakatnya. Dana 13 juta euro pun dikucurkan Madrid demi memboyongnya.

Namun dua musim berlalu Van der Vaart tanpa gelar satu pun di Madrid. Selanjutnya ia sempat mengeyam dua musim bersama Tottenham Hotspur sebelum kembali ke Hamburg. Terakhir, Van der Vaart bermain di klub Denmark Midtjylland dan Esbjerg sampai mengakhiri karier pada 2018.

2004: Wayne Rooney (Manchester United)

photo
Wayne Rooney

Karier Rooney segera melonjak usai karier cemerlang di skuat utama Everton selama dua musim dan saat membela Inggris di Euro 2004. Manchester United mendapatkan Rooney dengan harga 25 juta euro usai bersaing dengan Newcastle United. Angka transfer itu terbilang fantastis untuk pemain berusia di bawah 20 tahun kala itu.

Tangan dingin Sir Alex Fergusson makin melesatkan performa Rooney. Sebelas gol dicetaknya selama musim pertama di Old Trafford. Selama membela Iblis Merah, lima gelar Liga Primeer Inggris diraihnya.

2005: Lionel Messi (Barcelona)

photo
Lionel Messi

"Saya tak pernah melihat hal seperti itu dari seorang remaja," kata Fabio Capello usai melihat performa Messi saat mengalahkan Juventus pada 2005 dalam laga persahabatan di Barcelona. "Di akhir laga saya datangi Frank Rijkaard dan meminta meminjam Messi selama semusim. Rijkaard hanya tertawa sambil menolak tawaran itu," kenang Capello.

Barca sadar kehadiran Messi merupakan anugerah. Segala skill yang dimiliki remaja Argentina itu kini telah membawanya jadi salah satu pesepak bola paling disegani di dunia. Terutama kemampuan dribbling-nya yang di atas rata-rata untuk memecah pertahanan lawan.

Total Messi sudah mencetak 604 gol dalam 692 pertandingan di Barca. Kecemerlangannya membawa Barca 10 kali menjuarai La Liga dan 4 Liga Champions.

2006: Cesc Fabregas (Arsenal)

photo
Cesc Fabregas

Fabregas masuk tim utama Arsenal di usia 16 tahun. Ia sudah dianggap sejajar untuk bermain bersama Gilberto Silva dan Patrick Vieira. Kehadiran Fabregas makin penting bagi Arsene Wenger usai kepindahan Vieira ke Juventus pada 2005.

Fabregas baru mencicipi mengangkat trofi saat menjuarai piala FA pada 2005. Tapi setelah itu, gelar juara sulit kembali ke pelukan Arsenal. Alhasil ia pun kembali ke Barcelona pada 2011. Keputusan tepat karena Barca jadi kampiun La Liga pada 2013.

2007: Sergio Aguero (Atletico Madrid)

photo
Sergio Aguero

Aguero memulai karier profesional di Independiente sejak usia 15 tahun. Bahkan dua tahun kemudian, ia mencetak gol yang bersejarah bagi klubnya. Semenjak itu, kariernya melesat hingga dibeli Atletico Madrid pada 2006 seharga 23 juta euro.

Aguero tampil memukau pada musim 2007/2008 untuk menggantikan Fernando Torres. Pesepak bola Argentina itu mencetak tujuh gol dari sebelas laga. Satu gol bersarang di jala Real Madrid.

Pada musim 2010/11 atau musim terakhirnya di Atletico, ia mampu mencetak 20 gol. Setelah itu, ia dibeli Manchester City seharga 38 juta euro.

(bersambung)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement