Kamis 23 Jan 2020 15:14 WIB

Nasib Maria Lasitskene di Olimpiade dan Kejuaraan Dunia

Atlet lompat tinggi Maria Lasitskene kemungkinan gagal tampil di Olimpiade.

Atlet lompat tinggi Maria Lasitskene, juara dunia tiga kali
Foto: EPA/ANDY RAIN
Atlet lompat tinggi Maria Lasitskene, juara dunia tiga kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Atlet lompat tinggi Maria Lasitskene, juara dunia tiga kali, kemungkinan gagal tampil di Olimpiade 2020 di Tokyo. 

"Sama sekali tidak ada kepastian, tidak ada pemahaman tentang apa yang diharapkan," kata atlet putri berusia 27 tahun itu kepada Reuters di stadion Salyut Geraklion di Moskow barat laut, Rabu.

"Hal yang sama bisa terjadi lagi," katanya seperti dikutip Reuters.

Federasi atletik Rusia diskors pada tahun 2015 setelah sebuah laporan yang ditugaskan oleh Badan Anti-Doping Dunia (WADA) menemukan bukti doping massal dalam olahraga ini. Sejak itu mereka berupaya dengan susah payah menuju pemulihan kembali.

World Athletics, dahulu bernama IAAF, menghentikan proses pemulihan Rusia pada November tahun lalu. Keputusan itu muncul setelah presiden federasi dan enam orang lainnya diskors sementara karena telah memberikan dokumen palsu untuk membenarkan pelanggaran keberadaan pelompat tinggi Danil Lysenko.

"Semua orang mengawasi kita dari semua sisi. Bagaimana mereka bisa membiarkan hal seperti itu terjadi?," Lasitskene menghela nafas.

"Ini benar-benar berantakan dan tidak menghormati semua atlet."

Sebagai hasil dari skandal itu, World Athletics melarang atlet Rusia berkompetisi meski berposisi tidak atas nama negara atau netral. Kebijakan ini menghukum federasi dan atlet Rusia. 

Lasitskene menyalahkan federasi memperdalam krisis. Ia pun berencana menuntut federasi dan para pejabatnya apabila tidak bisa tampil di Olimpiade, termasuk kesempatannya untuk mempertahankan gelar juara dunianya pada bulan Maret di Cina.

"Jika saya melewatkan musim dingin ini, sayangnya tidak ada yang akan mengganti kerugian saya, dimulai dengan kerugian besar pada citra saya," kata Lasitskene.

"Saya telah dipercaya selama bertahun-tahun, diberi status netral. Seluruh dunia tahu bahwa saya bersih. Ini sekarang memengaruhi citra saya, kondisi moral, dan keuangan saya."

Lasitskene mengatakan dia khawatir sponsornya Nike akan menurunkan nilai dana jika dia absen dari turnamen di musim dingin ini. Dia juga akan melewatkan pertemuan penting untuk mempersiapkan prospek bersaing di Olimpiade Tokyo.

"Semua kompetisi menuju Olimpiade seperti rantai," katanya. "Setiap kompetisi dibangun untuk itu dan tidak mungkin untuk mengimbangi itu di Rusia."

Krisis yang memburuk datang ketika Rusia mengajukan banding larangan empat tahun untuk berkompetisi di bawah bendera negaranya di acara-acara olahraga internasional utama di semua cabang, termasuk Olimpiade Tokyo, sebagai hukuman karena telah memberikan WADA data laboratorium yang dimanipulasi.

Karenanya Lasitskene berharap atlet Rusia akan memenangkan hak untuk berkompetisi.  "Tidak ada yang pernah meminta maaf selama ini," katanya.

"Karena tindakan mereka, saya telah kehilangan banyak hal dan itu telah berdampak pada saya," keluhnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement