REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BOPI memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Liga 1 2019 yang tidak menelan korban jiwa. Namun, BOPI masih mencatat atas masih adanya kerusuhan terjadi.
“Kita ingat musim lalu, sehari setelah rekomendasi diberikan, kick-off Liga 1 digelar, langung ada kerusuhan pada partai pembuka antara PSS melawan Arema di Stadion Maguwoharjo, Sleman,” kata Ketua umum BOPI Richard Sam Bera, saat penyerahan izin rekomendasi penyelenggaraan kompetisi Liga 1 2020 kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB), Jumat (21/2)
Richard mengingatkan agar LIB harus bisa lebih meningkatkan aspek profesionalitas dengan memperhatikan pengelolaan manajemen dan kewajiban klub. “Harus dipastikan agar saat kompetisi berakhir pada November nanti, tidak ada tunggakan gaji,” jelasnya.
Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) resmi memberikan rekomendasi izin penyelenggaraan Liga 1 Indonesia 2020, yang dimulai pada 29 Februari, kepada operator PT Liga Indonesia Baru (LIB). #Liga1 #Indonesia https://t.co/lWxYoXdtA1
— Antara Jatim (@antarajatimcom) February 21, 2020
Kepada para pemain, Richard mengingatkan untuk bersikap profesional, menjunjung tinggi sportivitas, fairplay, dan bisa menjadi contoh bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya inspirasi bagi anak-anak.
“Pemain sepak bola kita harus membuktikan bahwa menjadi pesepakbola profesional Indonesia itu merupakan profesi mulia nan membanggakan,” jelasnya.
Untuk para suporter, Richard menekankan, bahwa pendukung klub sepak bola merupakan bagian integral dari liga. Suporter harus menjadi aset serta menjadi nilai tambah bagi liga sehingga cita-cita menjadikan liga 2020 terbaik sepanjang sejarah bisa tercapai.
“Karena itu, suporter harap mengedepankan nilai toleransi sportivitas dan memberikan respek kepda suporter lain, klub, dan lingkungan sekitar. Hilangkan rasa kebencian berlebihan,” katanya.