REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Johan Cryuff, legenda tim nasional Belanda, Ajax Amsterdam, dan Barcelona diakui sebagai salah satu yang terbaik di jagat si kulit bundar. Peninggalannya bernama Total Football menjadi masterpiece. Gaya bermain yang kemudian menjadi budaya akademi La Masia milik El Barca dari kelompok umur U-8 hingga senior.
Pertama kali Cryuff melekat dengan konsep ini terjadi pada dekade 1970-an. Bersama Ajax, ia berhasil meraih trofi Piala Champions tiga tahun beruntun. Pada masa-masa itu raksasa Belanda mempertontonkan gaya sepak bola dengan konsep menyerang dan bertahan dengan stabil. Ada pergerakan secara konsisten dan timing yang pas dalam mengisi setiap pos. Terlihat sangat atraktif dan mendominasi di seluruh sisi lapangan.
Konsep serupa ditularkan ke skuat Oranye asuhan Rinus Michels. Belanda dengan permainan menghibur menembus final Piala Dunia 1974. Meski di laga puncak Cryuff dan rekan-rekan kalah dari Jerman Barat, dunia telah terbius oleh performa negara dengan julukan juara tanpa mahkota itu.
Di level klub, Cryuff telah berganti kostum. Dari Ajax ia pindah ke Barca. Sebagai pemain, tak banyak trofi yang ia persembahkan untuk raksasa Katalan itu. Hanya gelar La Liga 1973/1974 dan Copa del Rey 1977/1978. Tetapi, sebagai pelatih, ia membawa revolusi ke dalam tubuh raksasa Katalan. Pada 1988, Cryuff datang ke Barca saat klub tersebut lekat dengan insiden Hesperia Mutiny. Yakni, adanya permasalahan pajak yang membuat para pemain Blaugrana berseteru dengan presiden klub Josep Luis Nunez. Masa itu dikenal sebagai titik terendah atau musim terburuk Barca sejak 1941/1942.
Langkah awal kedatangan Cruyff dengan pelepasan 15 bintang. Ada rekonstruksi skuat. Dalam visi bermain, ia menciptakan seniman lapangan hijau berteknik tinggi. Tidak semata-mata berpatokan pada pendekatan fisik. Proses produksinya dimulai dari akademi La Masia. Sekolah sepak bola yang dibuat seperti asrama, mirip seperti milik Ajax. Bangunannya dekat Stadion Camp Nou.
Josep Guardiola salah satu produk Barca asuhan Cryuff jadi pelaku kedigdayaan klub tersebut kala itu. Pasukan Katalan meruntuhkan dominasi Real Madrid. Empat gelar La Liga secara beruntun diraih pada tahun 1991-1994. Juga Piala Champions 1992, Piala Winners 1990, Super Eopa 1992, dan lainnya.