Jumat 08 Apr 2022 09:47 WIB

Pelatih Rangers Berharap Stadion Ibrox Berikan Atmosfer Lebih Baik

anak asuhnya juga telah bermain dengan baik di leg pertama.

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Muhammad Akbar
Pelatih kepala Rangers Giovanni van Bronckhorst mengawasi para pemainnya selama pertandingan sepak bola leg kedua babak 32 besar Liga Europa antara Glasgow Rangers dan Borussia Dortmund di Glasgow, Skotlandia, Kamis, 24 Februari 2022.
Foto: AP/Scott Heppell
Pelatih kepala Rangers Giovanni van Bronckhorst mengawasi para pemainnya selama pertandingan sepak bola leg kedua babak 32 besar Liga Europa antara Glasgow Rangers dan Borussia Dortmund di Glasgow, Skotlandia, Kamis, 24 Februari 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Rangers Gio van Bronckhorst berharap benteng Ibrox bisa menjadi faktor penentu saat mereka berusaha mencapai semifinal Liga Europa. Rangers baru saja menelan kekalahan 0-1 dari Sporting Braga tanpa menciptakan banyak peluang.

Kendati demikian, pelatih berkebangsaan Belanda itu yakin atmosfer dan gemuruh yang akan diberikan oleh pendukung di Ibrox Stadium di leg kedua pada Jumat mendatang akan menjadi kekuatan tersendiri bagi para pemain

"Minggu depan kami harus menang karena kami memiliki pendukung di belakang kami. Kami harus menang dengan dua gol dan jika kami melakukannya, kami akan melaju ke semifinal," kata Van Bronckhorst dikutip dari Scottish Daily, Jumat (8/4/2022).

Menurutnya, laga tandang di leg pertama itu memberikan suasana yang tidak bersahabat bagi para pemainnya. "Anda bisa melihat tingkat energi mereka turun setelah 70 menit jadi kami harus memberikan semua energi minggu depan untuk melaju ke semifinal," ujarnya.

Aaron Ramsey tetap duduk di bangku cadangan hingga pertandingan berakhir. Van Bronckhorst memastikan Ramsey dalam keadaan fit dan menegaskan skuad terbaiknya bisa bermain di leg kedua nanti. Menurutnya, anak asuhnya juga telah bermain dengan baik di leg pertama.

"Itu adalah pertandingan yang sulit. Kami mencoba untuk menekan 1-1 dan dalam 20 menit terakhir kami memiliki lebih banyak kontrol. Tapi mereka adalah tim yang melakukan transisi dengan sangat cepat sehingga kami harus sangat berhati-hati pada saat-saat itu," katanya.

"Pada bola, kami seharusnya mencoba mematahkan beberapa garis alih-alih memberikan bola panjang dengan cepat. Mereka memiliki pemain yang bisa menghukum Anda," jelas Van Bronckhorst.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi